Investasi Crypto Saat Bear Market: Apa yang Harus Dilakukan?

Investasi Crypto Saat Bear Market: Apa yang Harus Dilakukan?

Harga bitcoin—saat artikel ini ditulis—telah anjlok ke titik $22,422.81. Belum lagi perkara LUNA dan berbagai stablecoin lainnya, yang juga terimbas sentimen negatif. Altcoin rerata memerah merata, membuat dunia kripto jungkir balik, banyak orang rugi ratusan ribu dolar, jutaan rupiah. Banyak yang akhirnya meyakini, bahwa bear market crypto baru saja terjadi.

Tapi, apa itu bear market? Barangkali, kamu yang masih baru gabung di dunia kripto belum tahu apa arti sebenarnya dari bear market. Yuk, kita bahas tuntas dalam artikel kali ini.

Pasar Crypto dan Fakta-Fakta Bullish dan Bearish yang Perlu Diketahui

Apa Itu Bear Market dalam Crypto?

Bear market adalah kondisi ketika nilai kripto turun secara drastis, dan berlangsung terus menerus, secara berkelanjutan. Misalnya, seperti cryptocrash yang terjadi di Desember 2017. Saat itu, bitcoin terkena sentimen negatif, dan turun harga dari USD 20.000. Karena anjlok sangat dalam, investor pun terpengaruh hingga terjadilah aksi investor yang justru membuat bitcoin terpuruk hingga menyentuh USD 3.200 hanya dalam waktu beberapa hari.

Kata ‘bear’ dalam istilah ‘bear market’ ini memang artinya beruang. Bear market digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan kondisi pasar yang menurun, persis seperti gaya bertarung beruang saat menyerang lawannya dengan menghunjamkan cakarnya ke bawah.

Umumnya—di kalangan investor—terjadinya bear market sering dianggap sebagai sinyal untuk membeli instrumen lagi. Namun, kalau anjloknya terlalu jauh, ya, siapa yang berani menanggung risikonya? Sama saja dengan menangkap pisau jatuh.

Hal ini bahkan sudah terjadi pada Terra LUNA. Saat harganya anjlok, banyak trader dan investor yang mengira bahwa ini kesempatan untuk menambah portofolio LUNA. Ya, karena LUNA termasuk stablecoin, masa sih enggak rebound dalam waktu dekat? Namun, ternyata bukan hal yang diharapkan itu terjadi. LUNA semakin anjlok dan terus turun nilainya, bahkan delisting di beberapa bursa terkenal.

Baca juga:  Marak Penipuan Investasi Crypto, Ini 6 Contoh Kasus dan Tip Menghindari Jebakannya!

Akibatnya bisa diduga, banyak yang merugi karenanya.

Cara Investasi Bitcoin Pemula: Mudah dan Legal

Penyebab Bear Market Crypto

Banyak hal memang bisa memengaruhi pasar. Pasar saham contohnya, bisa dipengaruhi oleh berbagai hal mulai dari perubahan kebijakan pemerintah, isu ekonomi, sosial, politik, dan sebagainya.

Namun, bear market dalam crypto lebih sulit untuk dicari penyebabnya. Pasalnya, ini masih merupakan pasar yang baru, pasar yang masih berkembang. Belum stabil. Dari sependek catatan yang ada, rata-rata bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Volume perdagangan rendah, tak ada penjualan ataupun pembelian. Aset hanya disimpan, sehingga sirkulasi demand & supply tak berjalan lancar.
  • Munculnya sentimen negatif di sektor keuangan tradisional, misalnya seperti yang terjadi saat ini ketika inflasi AS meningkat drastis dan adanya penyesuaian suku bunga The Fed yang memengaruhi hampir seluruh instrumen investasi, termasuk kripto.
  • Adanya intervensi pemerintah, seperti saat Tiongkok membatasi kegiatan penambangan, yang kemudian menyebabkan ketidakpastian supply kripto.
  • Investor besar ramai-ramai melepas aset, yang menyebabkan terjadinya aksi penjualan besar-besaran secara mendadak.

Masih ada banyak hal yang memang bisa memengaruhi pergerakan pasar kripto yang masih sangat volatil dan labil. Karena itu, perlu beberapa langkah komprehensif agar kita bisa survive melewati siklus bear market seperti sekarang ini.

Investasi Crypto Saat Bear Market: Apa yang Harus Dilakukan?

Lagi Bear Market, Apa yang Harus Dilakukan?

1. Tetap tenang

Jangan panik. Ini adalah hal pertama yang harus dilakukan saat bear market tiba. Apalagi kalau kamu sudah menggunakan uang dingin untuk berinvestasi atau trading crypto, bukan uang  buat bayar kontrakan, uang SPP anakmu, atau uang arisan istrimu.

Dengan demikian, kamu akan lebih tenang dalam mempertimbangkan, apakah asetmu ingin kamu jual meski mengalami kerugian, atau tetap mau menyimpannya. Ingat, bahwa selama instrumen tersebut belum dikonversi menjadi uang tunai, semuanya masih berupa “potensi”.

Baca juga:  Kenalan dengan Solana: Aset Kripto yang Belakangan Meroket Tajam

Pertimbangkan hal ini dengan kepala dingin, dengan memperhatikan berbagai aspek yang ada; seperti tren, perkembangan, dan situasi secara menyeluruh.

2. Jual aset jangka pendek

Banyak investor yang melakukan strategi investasi dengan memiliki portofolio jangka pendek dan jangka panjang. Aset jangka panjang masih bisa disimpan, tentu dengan memperhitungkan fundamentalnya. Bisa jadi, kamu malah kemudian tergoda untuk menambah aset jangka panjang ini di fase bear market.

Sementara, kamu bisa menjual aset jangka pendek secara sedikit demi sedikit. Pada aset jangka pendek, biasanya fundamentalnya memang tidak begitu baik, meskipun potensi kenaikannya menarik. Dalam fase penurunan, aset ini tidak akan banyak menguntungkan, berbeda dengan aset-aset berfundamental baik.

3. Dollar cost averaging

Kondisi bear market sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membeli aset kripto yang bernilai jangka panjang. Umumnya berupa aset yang memiliki potensi dan ekosistem yang memang sudah mapan dan stabil. Misalnya seperti bitcoin atau ethereum.

Jika kamu memang ingin menambah portofoliomu, lakukan dengan metode dollar cost averaging, yaitu metode yang memungkinkanmu untuk membeli sedikit demi sedikit sembari melihat pergerakan pasar. Metode ini akan dapat membantumu untuk mengontrol modal agar tak langsung habis dan menekan risiko kerugian.

4. Pertahankan posisi short

Untuk kamu, trader aktif, kamu perlu mempertimbangkan berbagai posisi short yang memungkinkan, mulai dari short selling, short options atau kontrak berjangka, pasar prediksi, dan sebagainya.

Namun ingat ya, untuk selalu melakukan manajemen risiko sebaik mungkin dengan menentukan stop loss sebelumnya, agar bisa menghindari kerugian jika pasar tiba-tiba berbalik arah.

5. Belajar lagi

Well, bear market merupakan satu bagian dari siklus pasar, sehingga tidak mungkin bisa dihindarkan oleh investor ataupun trader mana pun. Ini juga menjadi bagian dari banyak pasar, termasuk pasar saham, forex, dan lainnya.

Baca juga:  6 Risiko Staking Crypto yang Harus Diketahui Sebelum Memulainya

Belajar crypto lagi secara lebih mendalam, agar kamu bisa menilai, aset mana yang memang berpotensi untuk dibeli dan mana yang dimainkan saja dalam waktu pendek. Dengan demikian, kamu bisa menekan risiko kerugian karena pergerakan arah pasar, tetapi juga bisa mendulang cuan dari peluang-peluang kecil yang ada.

Banyak cara untuk belajar crypto, mulai dari menemukan kelas-kelas online berbayar, hingga membaca-baca buku atau artikel yang banyak ditemukan di seantero jagat maya. Kamu juga bisa menemukan orang-orang yang lebih berpengalaman, untuk bisa berdiskusi dan bertukar pikiran, demi perspektif baru yang memperkaya wawasan kripto kamu.

So, sekali lagi, bear market is just another cycle of market. Tak bisa dihindari, dan bakalan kamu hadapi lagi nanti ke depannya, sewaktu-waktu. Mari kelola aset dengan baik, supaya enggak turun, dan malah berkembang sepanjang waktu.