Investasi Bitcoin ala Elon Musk: Bagaimana Strategi Terbaiknya?

Investasi Bitcoin ala Elon Musk: Bagaimana Strategi Terbaiknya?

Tahun 2021 ini Elon Musk, orang terkaya di dunia mengakui ketertarikannya dalam dunia cryptocurrency. Hingga kini, tercatat CEO Tesla dan SpaceX ini terjun ke dunia kripto dengan investasi Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin.

Di awal tahun, melalui Tesla, ia telah membeli bitcoin senilai USD 1,5 miliar dan meningkat tajam di kuartal kedua menjadi sekitar USD 2,5 miliar atau Rp35,5 triliun.

Keberadaan Elon Musk di lalu lintas investasi uang crypto ini memberikan pengaruh yang amat besar. Bahkan, satu pernyataannya saja bisa membuat harga crypto naik dan turun dengan cepat.

Misalnya saja, baru-baru ini ia mengunggah foto peliharaan baru bernama Floki yang merupakan anjing Shiba Inu. Dalam satu pekan, uang kripto Shiba Inu langsung melesat jauh hingga 400% dan membuat kapitalisasi pasar berada di angka USD 14 miliar.

Padahal, Musk tidak sama sekali memiliki koin Shiba Inu, saat ini ia hanya memiliki tiga jenis kripto saja. Sebesar itulah pengaruh Elon Musk dalam dunia cryptocurrency. Nah, beralih ke investasi bitcoin, mengapa banyak orang termasuk Elon Musk mulai tertarik untuk memilikinya?  

Panduan Pemula Mengenal Hashrate Mining dalam Aset Kripto

Cuan Besar, Apa Saja Keuntungan Investasi Bitcoin?

Saat whitepaper Bitcoin muncul pertama kali pada tahun 2008, yang diinisiasi oleh Satoshi Nakamoto, pasti tidak ada yang menyangka bahwa sepuluh tahun kemudian, nilai cryptocurrency ini akan melonjak tajam.

Baca juga:  Satoshi Nakamoto Si Sosok Misterius Penemu Bitcoin, Siapa Dia?

Investasi bitcoin memang membawa beberapa keuntungan besar, terutama belakangan ini. Seperti:

Bitcoin adalah mata uang digital terkemuka

Bukan hanya karena bitcoin adalah mata uang crypto yang pertama, tetapi di atas semua itu, bitcoinlah yang saat ini memiliki harga tertinggi di pasar. Jumlah bitcoin pun terbatas, hanya 21 juta yang artinya itu diibaratkan seperti barang antik yang rasanya ya, wajar saja kalau harganya sangat mahal.

Tidak dikendalikan oleh bank sentral atau pemerintah mana pun

Ini adalah karakteristik cryptocurrency, termasuk Bitcoin yang mendapat manfaat dari desentralisasi ini karena nilainya tidak terpengaruh oleh standar ekonomi tradisional.

Fluktuasi harga

Memang benar harga Bitcoin berfluktuasi, sejak booming Desember 2017 ketika harganya hampir USD 20 ribu atau Rp 284 juta, hingga saat ini harganya telah mencapai USD 50 ribu atau Rp 710 juta.

Fakta ini adalah alasan utama mengapa semakin banyak orang melirik dan memutuskan untuk memilih investasi bitcoin.

Proses transaksi cepat

Menyelesaikan transaksi bitcoin di blockchain adalah proses yang cepat karena dapat dilakukan dalam hitungan detik, dan dapat dilakukan dari mana saja di dunia. Selain itu, prosesnya aman karena tidak mungkin memalsukan atau menggandakan bitcoin.

Hal tersebut dikarenakan penerapan teknik kriptografi yang menyertai proses dan semuanya dapat dilakukan dengan anonim alias tanpa identitas. Setiap transaksi yang dilakukan di blockchain tidak menunjukkan siapa yang melakukannya, hanya ada kode dan alamat dompet elektronik di awal dan akhir transaksi.

Biaya transfer murah

Selain itu, biaya untuk melakukan transfer bitcoin, berapa pun jumlahnya, sangat rendah. Investor selalu memiliki kendali atas bitcoin mereka, karena tidak ada orang yang dapat mencegah terjadinya transaksi atau memblokir akun.

Investasi Bitcoin ala Elon Musk: Bagaimana Strategi Terbaiknya?

Strategi Terbaik Investasi Bitcoin ala Elon Musk

Sebelumnya, Elon Musk pernah mengkritik penambangan bitcoin yang dinilai buruk terhadap isu lingkungan. Namun, kemudian ia mengakui secara pribadi bahwa ia memulai investasi bitcoin untuk jangka waktu panjang.

Baca juga:  Apa Saja Jenis Dari Mata Uang Crypto yang Banyak Digunakan

Musk tidak berencana menjual aset kriptonya dalam waktu dekat ini. Meski percaya pada investasi bitcoin, ia pun cukup berhati-hati dan penuh pertimbangan. Pasalnya, beberapa ahli pun telah memberi peringatan bahwa uang kripto ini sangat spekulatif dan berisiko tinggi.

Saat terjadi penurunan harga, banyak penambang bitcoin yang panik dan buru-buru menjualnya. Nah, Elon Musk membagikan strategi investasi bitcoin untuk jangka panjang untuk mengatasi kondisi tersebut.

1. Harus paham risiko

Sudah menjadi sebuah kewajiban bagi investor mana pun untuk memahami dan mempelajari seluk beluk aset investasi. Begitu pun bagi investor bitcoin, meski terbukti menguntungkan, tentunya akan ada risiko.

Nah, inilah aspek yang penting untuk dipahami: risiko yang akan dan harus ditanggung. Investor pemula perlu memahami bahwa bitcoin adalah aset yang fluktuatif, bahkan punya risiko yang sangat tinggi. Jika kamu bertekad untuk investasi bitcoin, maka artinya di saat yang sama, kamu berani nyaman dengan berbagai kondisi naik turun harga yang sangat tajam.

2. Investasi bitcoin untuk jangka panjang

Jenis investasi beragam tergantung tujuan keuangan yang kamu ingin capai. Meski demikian, Elon Musk lebih menyarankan untuk investasi bitcoin dengan jangka waktu yang panjang.

Bahkan, para ahli pun sepakat bahwa investasi kripto ini lebih baik dipertahankan minimal selama 5 hingga 10 tahun. Hal ini dinilai merupakan strategi terbaik saat memiliki bitcoin, terlebih dengan hodl bitcoin, kamu juga bisa lebih hemat biaya transaksi.

Selain itu, dengan hodl bitcoin, kamu bisa mengurangi stres dan cemas akan fluktuasi harga. Maka, akan lebih baik jika kamu fokus pada investasi yang memang untuk dipertahankan untuk jangka waktu yang lama. Saat fluktuasi harga menurun, pastikan untuk mempertimbangkan dengan matang dan rasional, apa yang hendak kamu lakukan: jual, hodl, atau malah beli lagi mumpun lagi diskon.

Mengenali Candlestick Pattern untuk Pemula Part. 2

3. Porsi kecil dan lakukan diversifikasi

Penting untuk memastikan portofolio investasi bitcoin hanya untuk porsi yang sudah kamu tentukan sebelumnya.

Baca juga:  5 Langkah Pengelolaan Uang Sebelum Memulai Investasi Crypto

Akan lebih baik bagi kamu untuk melakukan diversifikasi dalam investasi, artinya jangan hanya menaruh uang di instrumen bitcoin saja.

Jika mata uang kripto berfluktuasi hingga mengalami kerugian mencapai 0 pun, investor masih memiliki aset lain sebagai penunjang tujuan investasi.

4. Mulai dengan perlahan

Jika kamu telah membagi jumlah untuk alokasi aset investasi, hindari sifat terburu-buru untuk membeli bitcoin dalam satu waktu dengan uang yang besar. Mulailah perlahan, sedikit demi sedikit sehingga kamu bisa menyelamatkan sebagian dana jika terjadi penurunan besar.

Demikian strategi terbaik untuk investasi bitcoin dari miliarder dunia, Elon Musk. Strategi tersebut layak untuk diterapkan ketika mulai terjun saat membeli mata uang crypto.

Mau coba?