Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Web5?

Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Web5?

Perkembangan internet dari masa ke masa mengalami perubahan yang signifikan. Belum selesai merealisasikan web3, sekarang muncul ide baru yakni web5. Ide ini diungkapkan oleh Jack Dorsey, mantan bos Twitter.

Barangkali untuk orang awam, istilah web3 maupun web5 masih asing didengar. Bahkan bisa saja tidak tahu apa yang dimaksud dengan istilah tersebut. Tapi jika kamu memiliki ketertarikan terhadap blockchain dan mata uang kripto, pasti tahu dengan web3 dan web5.

Konsep dari web3 sudah hadir sejak tujuh tahun lalu dan sudah ada investor di bidang teknologi yang bersedia menginvestasikan jutaan dolar untuk proyek ini. Salah satu platform yang menggunakan konsep web3 ini adalah Christie 3.0. Di tengah ramainya perbincangan publik akan web3, Jack Dorsey menggemparkan komunitas blockchain dan cryptocurrency dengan gagasan terbarunya yaitu web5.

Seperti apa web5, cara kerjanya dan kapan diluncurkannya? Berikut ulasan lengkapnya.

Penjelasan Lengkap tentang Layer 1, Layer 2, dan Layer 0 Blockchain

Evolusi Internet

Sebelum memahami tentang web5, kamu harus tahu evolusi internet dari masa ke masa.

Web 1.0

Era internet di awal diisi dengan halaman web HTML statis di mana menampilkan data non interaktif yang berasal dari pusat. Sehingga efeknya, sebagian besar dari pengguna web merupakan konsumen sederhana dari konten web. Selain itu, komunikasi digital pun terbatas pada e-mail maupun pesan yang bersifat satu arah.

Walaupun kekurangannya masih bersifat satu arah, web 1.0 yang hadir sekitar tahun 1990 sudah mampu merevolusi bagaimana cara orang-orang untuk bisa terkoneksi dengan dunia luar. Sekaligus mengenalkan dunia digital yang baru.

Web 2.0

Lanskap digital internet mengalami perubahan di tahun 2000-an. Di tahap web 2.0 ini pengguna memiliki pengalaman secara online yang lebih variatif dan interaktif.

Baca juga:  Problematika Smart Contract di Indonesia: Lebih Banyak Positif atau Negatif?

Kita bisa lihat mulai munculnya media sosial, model bisnis baru secara online, aliran data yang datang dari berbagai sumber dan konten crowdsourced.

Web 2.0 seperti membanjiri pengalaman pengguna internet dengan cara lebih personal. Contohnya, interaksi pengguna di berbagai channel, algoritme yang lebih responsif dan juga dinamis. Walaupun kemajuan dan kecanggihan teknologi web 2.0 ini lebih baik dari sebelumnya, masih ada kekurangan yang masih harus diperbaiki.

Web 3.0

Web 3.0 atau web3 adalah fase berikut dari evolusi internet.

Di konsep web3 ini menawarkan interaksi yang lebih berpusat pada manusia dan lebih personal. Selain itu kehadiran web3 diharapkan bisa membangun ekosistem online lebih baik lagi dan mengatasi masalah yang ada di web 2.0.

Gagasan web3 ini dirancang untuk mengatasi masalah yang lazim muncul serta melekat di ekosistem internet yang ada saat ini. Tidak ada otoritas terpusat yang akan mengawasi perkembangan web3 ini.

Singkatnya, di web3 ini data akan saling terkoneksi dengan cara terdesentralisasi, di mana akan menjadi lompatan besar ke depan bagi generasi internet saat ini. Dan sebagian besar data akan disimpan di repositori terpusat.

Nantinya, pengguna dan mesin akan berinteraksi dengan data. Kendati demikian, agar hal ini bisa terjadi, program perlu memahami informasi baik secara kontekstual dan konseptual. Jadi, dua landasan yang ada di web3 adalah kecerdasan buatan (AI) dan web semantik.

Apa itu Web5?

Teknologi internet kita saat ini sebagian besar masih menggunakan web 2.0 dan web3 sudah mulai dikembangkan oleh komunitas blockchain juga cryptocurrency.

Ketika sebagian besar publik mulai menerima dan memahami konsep web3, Dorsey pun melempar gagasan tentang web5.

Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Web5?
Sumber: medium.com/geekculture/

Tanggal 11 Juni 2022, Jack Dorsey menuliskan sebuah cuitan yang menarik perhatian publik blockchain dan cryptocurrency. Di tweet tersebut, Dorsey menuliskan :

“this will likely be our most important contribution to the internet. proud of the team. #web5 (RIP web3 VCs ).”

Baca juga:  Smart Contract BSC: Ini Dia Penjelasan Lengkapnya

Dikutip dari laman resmi TBD, web5 akan menghadirkan sebuah identitas dan penyimpanan data di mana akan terdesentralisasi ke aplikasi yang dimiliki. Ini memungkinkan bagi para pengembang untuk fokus dalam menciptakan pengalaman pengguna yang lebih menyenangkan sekaligus mengembalikan kepemilikan data serta identitas kepada individual.

Singkatnya, web5 ini adalah sebuah evolusi internet versi baru yang menggabungkan web2 dan web3, di mana nantinya pengguna akan memiliki kendali penuh atas data mereka sendiri.

Untuk mewujudkan hal ini, tim TBD bekerja membangun sistem yang lebih terdesentralisasi. Inilah yang akan membuat pengguna lebih mudah mengelola identitas mereka dan mengontrol di mana saja data yang disimpan.

Web 2.0 yang saat ini diakses oleh seluruh masyarakat digital untuk pertukaran informasi tidak memiliki lapisan keamanan yang baik.

Pihak TBD mengatakan bahwa mereka berjuang untuk mengamankan data pribadi dengan ratusan akun dan kata sandi yang tidak bisa mereka ingat. Di web yang ada sekarang ini, identitas dan data pribadi telah menjadi milik pihak ketiga.

Jack Dorsey melalui cuitannya lagi menyarankan individu untuk lebih menyadari apa yang terjadi di era baru web3. Masalah kepemilikan dan pengelolaannya, menurut Dorsey, web3 belum transparan.

Semua masalah yang ada di web2 dan web3 akan dipecahkan oleh web5. Ide ini untuk mendesentralisasikan data secara aman dengan tingkat keamanan yang baik sehingga pengguna bisa dengan mudah menggunakan datanya.

Cara Kerja Web5

Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Web5?
Sumber: medium.com/geekculture/

Masih dari laman resmi TBD, web5 terdiri dari empat komponen perangkat lunak seperti decentralized identifiers (DID), decentralized web node (DWN), self-sovereign identity service (SSIS), dan self-sovereign identity SDK.

Empat komponen ini memungkinkan bagi pengembang lebih fokus ke cara bagaimana user bisa lebih mudah menggunakan identitas yang terdesentralisasi serta penyimpanan data-data di dalam aplikasi.

Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Web5?
Sumber: coincu

1. Decentralized Identifier (DID)

DID merupakan jenis identifikasi baru yang memungkinkan identitas digital terdesentralisasi dan bisa diverifikasi. DID mengacu pada subjek apapun (misalnya orang, benda, model data, organisasi, entintas abstrak dan lain-lain) sebagaimana ditentukan oleh pengontrol DK.

Baca juga:  Blockchain Summit di Korea Selatan 23-24 Januari 2019

DID telah dirancang sedemikian rupa sehingga bisa dipisahkan dari pendaftar terpusat, penyedia identitas dan otoritas sertifikat. Decentralized Identifier (DID) merupakan URI (uniform resource identifier) yang mengaitkan subjek dan dokumen DID sehingga memungkinkan terjadinya interaksi terpercaya terkait subjek tersebut.

2. Decentralized Web Node (DWN)

Komponen Decentralized Web Node (DWN) yang akan diterapkan di web5 merupakan implementasi referensi dari spesifikasi draf DWN milik Decentralized Identity Foundation.

DWN merupakan mekanisme penyimpanan data dan transmisi pesan yang bisa dimanfaatkan pengguna dalam menemukan data publik maupun pribadi yang terkait DID tertentu. Di DWN memberikan izin interaksi antar entitas yang berbeda, lalu dibutuhkan verifikasi identitas satu sama lain agar bisa berbagi informasi.

3. Self-sovereign Identity Service (SSIS)

Self Sovereign Identity Service (SSIS) memfasilitasi semua hal yang berkaitan dengan DID dan Verifiable Credentials.

Dengan menggunakan standar inti ini, SSIS memungkinkan fungsionalitas yang kuat untuk memfasilitasi semua interaksi yang bisa diverifikasi seperti membuat, menandatangani, menerbitkan, mengkurasi, meminta, mencabut, menukar, memvalidasi, verifikasi kredensial.

4. Self-sovereign Identity SDK

Self-sovereign Identity SDK bertujuan untuk menyediakan fungsionalitas yang fleksibel berdasarkan standar yang ada untuk membangun aplikasi identitas terdesentralisasi secara modular, tanpa terlalu banyak tergantung antar komponen.

Kapan Web5 Bisa Digunakan oleh Publik?

Web5 saat ini adalah proyek open source yang masih dalam proses pengembangan. Tim TBD masih membutuhkan waktu untuk meluncurkan web5 dan bagaimana menggunakannya. Mike Brock, penanggung jawab TBD, mengonfirmasi bahwa tidak akan ada token yang akan diinvestasikan ke dalam ekosistem web5.

Harus diakui bahwa web5 adalah masa depan generasi internet berikutnya. Untuk saat ini masih belum terealisasi, tapi bisa dikatakan semakin dekat. Sehingga kita bisa melihat pembaruan dari versi web browser dan layanan web berikutnya.

Mari kita tunggu kehadiran web5!