Apa Itu WhitePaper? Apa Saja Bagian-Bagiannya?

Apa Itu Whitepaper? Apa Saja Bagian-Bagiannya?

Whitepaper, kamu pasti sudah cukup familier dengan istilah ini dalam cryptocurrency. Tapi, apakah kamu tahu apa artinya?

Whitepaper biasanya akan dirilis menjelang Initial Coin Offering, atau ICO, yang merupakan ajang untuk mengumpulkan dana untuk proyek dengan menjual token atau kripto. Whitepaper biasanya berupa file jurnal publikasi yang memuat berbagai informasi mengenai proyek yang bersangkutan, yang nantinya akan menjadi dasar pertimbangan investor untuk melihat apakah proyek tersebut layak ditanami modal.

Nah, yuk, kita lihat whitepaper ini lebih jauh, karena informasi-informasi yang ada di sinilah yang nantinya bisa membantumu untuk memutuskan, apakah kamu sebaiknya berinvestasi atau tidak dalam proyek yang bersangkutan.

Investasi Crypto Aman, Ini 3 Strateginya!

Whitepaper: Pengertian

Whitepaper di dunia kripto adalah dokumen berisi informasi dan penjelasan proyek yang akan atau sedang dikembangkan dalam blockchain, yang tujuannya untuk memberikan gambaran proyek yang bersangkutan hingga perkembangannya nanti kepada investor ataupun calon pengguna.

Informasi yang terdapat dalam whitepaper akan mempermudah investor untuk mengambil keputusan, apakah proyek tersebut layak diberi perhatian dan didukung. Informasi dan roadmap yang ditulis dalam dokumen ini akan memberikan gambaran, apakah proyek tersebut akan sukses ataukah gagal.

Gampangannya, kalau whitepaper dapat meyakinkan investor sedemikian rupa, maka peluang untuk mendapatkan suntikan tambahan modal akan lebih besar. Whitepaper akan menjadi peta ke mana nantinya proyek ini akan menuju, dan dokumen yang baik akan dapat menjelaskan dengan baik pula gambaran proyek yang ada tersebut, hingga nantinya akan seperti apa.

Menyelami 7 Resiko Investasi Bitcoin dan Tips untuk Meminimalkan Potensi Kerugian

Bagian-Bagian Whitepaper

Whitepaper yang baik seharusnya dapat memberikan penjelasan terhadap pertanyaan yang muncul. Kurang lebih adalah:

  • Apa masalah yang hendak diselesaikan oleh proyek?
  • Dengan cara seperti apa proyek bisa menyelesaikan masalah?
  • Siapa saja yang berada di balik pembangunan dan pengembangan proyek?
  • Apa manfaat token atau koin yang ditawarkan nanti untuk investor?
  • Dari mana saja permodalan proyek ini? Apakah hanya mengandalkan dari ICO saja? Atau ada investor besar yang mem-back up-nya?
  • Dana yang akan didapat dari ICO akan digunakan atau dialokasikan untuk apa saja?
  • Apa saja rencana pengembangan ke depannya?
  • Berapa lama jangka waktu untuk proyek dinyatakan sempurna?
  • Siapa saja rekan atau partner yang digandeng untuk membangun proyek?
Baca juga:  6 Top Stablecoin List Saat Ini dan Mengapa Meresahkan Pemerintah?

Dalam whitepaper juga harus ada informasi terkait token atau koin yang terikat dalam proyek, misalnya jumlah yang disediakan, alokasi untuk investor, dan kapan investor sudah bisa memperjualbelikannya.

Bagian penting dalam whitepaper:

  • Disclaimer, yang berisi batasan-batasan tertentu atau peringatan terkait proyek ataupun dokumen-dokumen yang ada.
  • Daftar isi yang terstruktur dan rapi
  • Glosari, untuk menjelaskan berbagai istilah yang kurang familier yang digunakan.
  • Bagian pendahuluan dan perkenalan, biasanya berisi pesan dari CEO proyek kepada para pemegang token nantiny, dan hal-hal lain yang sekiranya penting.
  • Bagian pendeskripsian masalah, yang menggambarkan permasalahan yang dihadapi dan mengapa penting untuk diselesaikan. Termasuk dampak apa yang bisa muncul jika masalah tidak diselesaikan.
  • Keuntungan dan manfaat dari proyek tersebut, dan proyeksi perkembangan ke depannya. Biasanya dipresentasikan dengan berbagai tabel dan grafik data yang merupakan hasil riset dan analisis yang valid.
  • Penjelasan teknis dari proyek, termasuk roadmap, bagian-bagian, dan sebagainya. Serta, status perkembangan saat ini.
  • Aspek finansial dari proyek, termasuk mengapa membutuhkan token khusus, bagaimana dan kapan didistribusikan, dan sebagainya. Juga penjelasan rencana penggunaan dana dari investor nantinya.
  • Organisasi proyek, siapa saja tim yang ada di baliknya. Pastikan bahwa setiap personel memiliki peran yang signifikan dan masing-masing memiliki reputasi yang relevan
  • Informasi identitas perusahaan dan proyek, seperti situs resmi, akun media sosial, hingga komunitas jika ada.

Pada dasarnya, whitepaper memang merupakan dokumen yang cukup kompleks. Semakin lengkap dan detail, maka akan semakin baik dan semakin memperbesar peluang untuk mendapatkan dana investasi yang lebih banyak. Kadang dokumen ini bisa sampai puluhan halaman. Karena itu, investor memang perlu untuk membuat waktu mempelajarinya jika memang tertarik untuk berinvestasi.

Baca juga:  Crypto Mining: Pengertian, Prinsip Kerja, Alat, dan Biaya yang Dibutuhkan

Whitepaper bisa didapatkan di berbagai forum, ataupun di website proyek yang bersangkutan. Kadang ada juga yang membagikan whitepaper di GitHubs ataupun forum yang lainnya.

Apa Itu WhitePaper? Apa Saja Bagian-Bagiannya?

Contoh Whitepaper yang Sudah Sukses

Kesuksesan whitepaper diukur dari seberapa besar dana bisa dikumpulkan. Dan, ini memang tidak mudah, apalagi di dunia kripto.

Beberapa contoh whitepaper yang sudah sukses ini adalah:

Nah, sekiranya beberapa contoh whitepaper di atas bisa menjadi panduan bagi siapa saja yang sekarang sedang mencoba untuk membuat whitepaper untuk proyek kriptonya. Dengan dokumen yang detail dan jelas, maka akan banyak investor yang tertarik untuk mendukung proyek yang sedang dilaksanakan.