Mengenal Jack Dorsey, Sang CEO Twitter Penggemar Cryptocurrency

Mengenal Jack Dorsey, Sang CEO Twitter Penggemar Cryptocurrency

Punya akun Twitter? Pasti familier dong dengan CEO, Jack Dorsey, yang rajin bercuit tentang cryptocurrency dan makin terkenal setelah menjual tweet pertamanya senilai Rp41,7 miliar.

CEO Twitter ini tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Kekayaan Jack Dorsey tercatat mencapai $ 13,5 miliar dolar AS atau jika dirupiahkan setara dengan Rp195 triliun. Angka fantastis banget! Ternyata selain Twitter, Jack Dorsey juga menjadi CEO Square, sebuah platform pembayaran online yang didirikan sejak tahun 2010.

Penampilan Jack Dorsey terbilang nyentrik. Dulu sering tampil dengan rambut dicat warna-warni, sekarang tampil dengan kepala plontos, dan jenggot panjang. Sekilas bisa dibilang mirip Luke Skywalker di film Star Wars. Penampilan yang dianggap unik ini ternyata pernah menjadi sorotan oleh anggota Kongres AS dari partai Republik. Kala itu, Jack Dorsey mesti bersaksi dihadapan anggota Kongres AS, oleh anggota partai Republik mengatakan ‘tidak terlihat seperti CEO’.

Itulah Jack Dorsey, selalu tampil sederhana bahkan ketika harus mengisi seminar-seminar baik offline maupun online. Bahkan dia pernah berujar bahwa tidak pernah berkeinginan menjadi CEO. Tapi, akhirnya Dorsey pun harus memegang tampuk pimpinan tertinggi di platform media sosial dengan jumlah pengguna mencapai 330 juta per bulan.

Penasaran siapa sebenarnya Jack Dorsey dan bagaimana dia mencapai titik kejayaan hingga sekarang? Simak ulasannya berikut ini.

Sumber: Yahoo finance

Jack Dorsey – CEO Twitter, Pecinta Musik Punk dan Puisi

Tidak ada yang menduga bukan bahwa di balik sosoknya yang tegas, Jack Dorsey ternyata pecinta musik punk juga puisi. Dulu, Dorsey sering hadir konser underground musik punk dengan teman-temannya. Tentunya dengan penampilan nyentrik ala anak punk, rambut berwarna-warni, anting-anting yang terpasang di telinga dan hidung.

Pria berusia 45 tahun ini lahir dengan nama lengkap, Jack Patrick Dorsey. Beliau lahir pada tanggal 19 November 1976 di St. Louis, yang merupakan negara bagian Missouri, Amerika Serikat. Orang tuanya bernama Marcia Smith dan Tim Dorsey.

Baca juga:  Perusahaan Aset Digital yang Sudah Berizin Resmi di Indonesia, Cek Daftarnya!

Dorsey telah akrab dengan teknologi sejak kecil. Awal mula perkenalannya dengan teknologi adalah saat dia melakukan kegiatan mengutak-atik radio Healthkit yang dimiliki ayahnya. Lalu, merasa tertarik maka Dorsey pun lanjut dengan mengoprek komputer IBM PC Junior. Untuk mendukung minatnya, dia pun belajar bahasa pemrograman di DubBourg High School.

Lingkungan di St. Louis memiliki kultur hacker dan ini membuatnya merasa memiliki ‘dukungan’. Maka dia pun terus melanjutkan minatnya di bidang teknologi hingga beranjak remaja.

Dorsey sempat mengenyam pendidikan  di Missouri University of Science and Technology, lalu memutuskan pindah ke New York University. Sayangnya, dia tidak melanjutkan kuliahnya dan didrop out oleh universitas. Setelah di-DO, Dorsey pindah ke Oakland, California.

Mengenal Jack Dorsey, Sang CEO Twitter Penggemar Cryptocurrency

Berawal dari Taksi Lalu Tercipta Twitter

Dorsey merasa ada tantangan baru untuk mengkoordinasikan armada transportasi dan logistik seperti truk delivery dan taksi. Dia melihat bahwa kedua jenis transportasi ini membutuhkan komunikasi yang rutin secara real time selama kurun waktu 24 jam non stop.

Melihat hal ini, Dorsey pun membuat software taxi dispatch yang fungsinya memudahkan pemesanan taksi dan juga pengiriman kendaraan ke pelanggan. Inilah yang menjadi inspirasinya untuk menciptakan platform media sosial Twitter.

Tahun 2000 merupakan titik awal Dorsey mendirikan perusahaan perangkat lunak. Perusahaan yang didirikannya membuat perangkat lunak yang mengatur taksi dan ternyata disambut positif oleh publik. Tercatat ada beberapa perusahaan taksi yang menggunakan software buatan Dorsey selama bertahun-tahun.

Berawal dari software, lalu muncul konsep untuk menggabungkan jangkauan lebih luas dari pengatur armada dengan layanan pesan singkat atau SMS. Ide ini pun dibawa Dorsey ke eksekutif perusahaan podcast Odeo yakni Evan Williams dan Biz Stone. Di sinilah Twitter hadir pertama kali.

Baca juga:  Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Cardano?

Sebenarnya, di awal panggilannya bukan Twitter melainkan Obvious. Berubah menjadi Twitter oleh usulan Noah Glass, yang kemudian menjadi partner Dorsey mendirikan perusahaan Twitter bersama kedua temannya, Evan Williams dan Biz Stone.

Tahun 2006, Twitter resmi diluncurkan. Dorsey mengungkapkan Twitter memiliki makna sebuah rentetan informasi yang tidak terlalu penting dan kicauan burung.

Twitter pertama kali dipakai oleh penggunanya dalam mengunggah konten berupa cerita tentang kehidupan mereka yang tidak terlalu penting dan menarik bagi orang lain. Tapi, ternyata seiring perjalanannya, informasi di Twitter pun berubah menjadi hal yang berguna.

Tepat setahun setelah Dorsey ngetweet kicauan awalnya, Twitter pun melakukan grand launching di ajang musik South by Southwest yang berlokasi di Austin, Texas pada tanggal 12 Maret 2007. Ternyata debut perdana ini meraih sukses. Dan ini berdampak pada pengguna Twitter yang meroket.

Yang menjadi gong adalah saat para pemimpin dunia, petinggi perusahaan dan juga tokoh penting bergabung di Twitter. Penggunanya pun meningkat berlipat ganda dan hingga kini menjadi platform media sosial terbesar di dunia.

Jack Dorsey – Bitcoin dan NFT

Jack Dorsey menggemparkan dunia setelah menjual kicauan pertamanya yang diunggah pada tanggal 22 Mei 2006 sebagai NFT (non-fungible token) melalui website Valuables by Cent.

Penasaran nggak tweet perdananya apa?

“just setting up my twttr”

Tweet perdananya ini dibeli dengan harga $ 2,9 juta dolar AS, jika dirupiahkan mencapai Rp 41,7 miliar.

Bagi yang belum tahu apa itu NFT, jadi non-fungible token atau disingkat NFT merupakan sebuah token kriptografi yang mewakili suatu barang di mana dianggap unik dalam bentuk digital. Contohnya: video, gambar, GIF, essay hingga album musik. Bisa dikatakan, objek apapun yang ada di dunia digital kamu bisa membeli sebagai NFT.

Baca juga:  Chainlink: Pengertian, Cara Kerja, dan Prospeknya di Tahun 2022

Salah satu alasan mengapa orang membeli NFT karena ada nilai emosional serta historis di dalamnya. Apalagi tweet ini merupakan milik dari pesohor dunia, sudah jelas banyak yang pengin menjadikannya sebagai objek koleksi digital.

Selain itu, Jack Dorsey terkenal sebagai penggemar bitcoin. Dorsey kerap berkicau di Twitter tentang cryptocurrency ini.

Dorsey mengungkapkan alasan utamanya menyukai mata uang kripto karena dukungan dari cryptocurrency memiliki jangkauan luas dalam membantu masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan dan komunitas yang belum terlayani lembaga keuangan.

Sudah lama Jack Dorsey dikenal sebagai pendukung bitcoin. Dan ini juga membuatnya keidean untuk menggunakan mata uang kripto ini di platform Twitter.

Dorsey menilai cryptocurrency memiliki peluang untuk bisa terintegrasi di produk dan fasilitas Twitter seperti subscription, commerce, tip jar, juga super follows.

Lanjut lagi, Dorsey menyebutkan bitcoin sebagai satu dari tiga tren Twitter di masa yang akan datang, lainnya adalah desentralisasi dan artificial intelligence. Ini diungkapkannya dihadapan investor saat laporan kinerja kuartal II tahun 2021, baginya bitcoin sangat bisa membantu perusahaan untuk bergerak lebih cepat dalam hal ekspansi produk.

Selain Twitter, Dorsey juga memiliki perusahaan Square. Dan perusahaan ini sudah lebih dulu berinvestasi di cryptocurrency. Square telah mengakuisisi saham mayoritas di layanan musik Tidal milik Jay-Z.

Jack Dorsey adalah contoh sukses orang yang membuat passion menghasilkan uang secara kontinyu. Dan dia konsisten menjalankan usahanya ditambah inovasi yang membuat platform Twitter semakin besar. Satu hal juga, Dorsey mau beradaptasi dengan perubahan teknologi.