Dead Cat Bouce: Apa Maksudnya dan Apa Pula Penyebabnya?

Dead Cat Bounce: Apa Maksudnya dan Apa Pula Penyebabnya?

Sering dengar istilah dead cat bounce? Fenomena ini biasa terjadi di dunia trading saham maupun kripto. Lama waktu terjadinya tak dapat diperkirakan, lantaran pola ini bisa terjadi selama beberapa hari, minggu, bahkan hitungan bulan.

Apa sih sebenarnya dead cat bounce ini? Yuk, ikuti ulasannya berikut ini sampai selesai.

Analisis Teknikal Crypto: Apa yang Mesti Kamu Tahu?

Daftar Isi

Apa Itu Dead Cat Bounce?

Dead cat bounce merupakan fenomena ketika terjadi kenaikan harga sementara dalam pasar bearish yang kemudian diikuti oleh penurunan tren berkepanjangan. Sebenarnya hal ini mirip dengan technical rebound yang juga sering terjadi di dunia saham maupun kripto, ketika terjadi kenaikan nilai aset yang hanya sementara setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Meski mirip, tapi banyak pelaku pasar yang menganggap fenomena dead cat bounce jauh lebih buruk daripada technical rebound, karena kenaikan nilai aset yang terjadi enggak pernah bertahan lama, bahkan satu hari saja. Jadi, serasa di-PHP sama mantan, gitu kali ya? #ehgimana

Ya, memang sih. Kalau PHP adalah pemberi harapan palsu, maka dead cat bounce adalah pemberi sinyal palsu, dan bisa bikin analisis yang sudah dilakukan jadi kacau sehingga tak bisa menjadi patokan penilaian terhadap pasar. Ya gimana bisa jadi patokan, kenaikannya kan bersifat sementara, sementara di belakangnya akan ada penurunan yang jauh lebih besar. Ngeri-ngeri sedap kan?

Kalau diartikan secara harfiah, artinya memang lucu ya. Dalam bahasa Indoesia, terjemahannya adalah pantulan kucing mati. Tapi, dari mana sih asal istilah ini?

Jadi, ceritanya di tahun 1980-an, dunia mengalami ketidakstabilan kondisi keuangan. Di bulan Deseember 1985, Horace Brag dan Wong Sulong, dua wartawan dari Financial Times Inggris menggunakan istilah ini untuk menyebut fenomena bangkitnya kembali pasar saham Malaysia dan Singapura setelah mengalami penurunan nilai yang dalam. Dan, ya, seperti yang bisa diduga, pasar justru semakin anjlok setelah sempat bangkit sementara tesebut.

Mengenal 7 Candlestick Pattern Single dalam Analisis Teknikal Crypto untuk Pemula

Faktor Penyebab Dead Cat Bounce

Kalau ditanya mengenai penyebabnya, jawabannya bisa bermacam-macam alasan sih.

Baca juga:  10 Mata Uang Crypto yang Bagus Prospeknya di Tahun 2022

Salah satunya adalah perilaku investor aset itu sendiri. Pada dasarnya, pola ini terjadi akibat dari keyakinan investor bahwa harga asetnya akan segera naik, setelah mengalami penurunan yang cukup dalam. Mereka memprediksikan, bahwa harga aset tersebut sudah mencapai level terendah.

Hal ini kemudian memacu para investor untuk membeli lebih banyak lagia aset, sehingga malah menjadi jebakan. Pembelian sejumlah aset oleh investor ini hanyalah menyebabkan penghentian penurunan sementara saja. Padahal, memang saat yang bersamaan, aset memang harus bergerak turun karena penyebab yang lebih kompleks.

Penyebab lainnya juga bisa dari spekulasi para trader harian dan para investor jangka pendek, yang membeli aset saat harga mengalami penurunan demi mendapatkan secuil capital gain dengan memanfaatkan fluktuasi pasar yang terjadi setiap harinya.

Nah, penyebab yang paling jamak terjadi adalah adanya drama-drama di luar pasar kripto yang memengaruhi pergerakan harga aset digital yang memang sangat rentan ini. Misalnya ada berita-berita negatif, seperti diblokirnya sejumlah bursa kripto di beberapa negara, kebijakan-kebijakan pemerintah negara-negara dunia terkait penggunaan aset ini, dan sebagainya.

Bisa dibilang, setiap berita—baik positif atau negatif—bisa saja memicu terjadinya dead cat bounce ini. Tinggal arahnya saja, mau naik atau turun.

Apa Itu Copy Trading Crypto?

Mengenali Dead Cat Bounce

Di dunia kripto, kita juga bisa melihat fenomena ini terjadi berkali-kali, terutama di seputar bulan Mei hingga Juli 2021 kemarin. Harga bitcoin sempat anjlok ke level di bawah USD30.000. Dalam proses penurunan ini, harga bitcoin sempat rebound tetapi akhirnya kembali merosot, sehingga kita bisa melihat pola dead cat bounce ini beberapa kali.

Cara mengenali dead cat bounce ini sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan membaca candlestick pattern yang terjadi.

Baca juga:  Investasi Bitcoin Indonesia akan Terus Tumbuh: Ini yang Harus Kamu Siapkan!

Pada tahapan pertamanya, harga aset mengalami penurunan nilai yang tajam dalam durasi beberapa waktu. Kemudian, tiba-tiba harganya naik, lepas dari apa pun sebabnya. Pembalikan arah pergerakan harga ini sepintas seperti pembalikan tren. Namun, alih-alih terus naik dan rebound, harga aset tersebut justru kembali anjlok, bahkan lebih rendah—dan bisa jadi menyentuh titik nilai terendah dalam sejarahnya.

Memang, kalau kita melakukan analisis lebih lanjut secara detail, pola dead cat bounce ini merupakan pola lanjutan. Pantulan pertama menampakkan indikasi tren yang berbalik sementara, yang kemudian diikuti dengan cepat oleh penurunan harga aset. Nah, pola lanjutan ini memang akan sulit terdeteksi di awal, yang artinya hanya bisa kita lihat setelah pola tersebut terjadi.

Nah, kebanyakan trader pemula dan investor banyak yang berharap bahwa pembalikan nilai dari downtrend sebelumnya adalah indikasi mulai terjadi bullish. Tetapi, sayangnya, di sinilah mereka tertipu, karena pola tersebut ternyata merupakan respons belaka terhadap penurunan berkepanjangan yang terjadi. Dengan demikian, tidak ada perubahan mendasar terjadi di pasar aset tersebut.

Seperti di pasar kripto. Seperti yang kita tahu, bahwa fluktuasi aset kripto itu sangat luar biasa, sehingga rasanya fenomena dead cat bounce ini sebenarnya sudah tidak terlalu mengejutkan. Sepanjang sejarah sudah berulang kali pola ini terjadi. Para trader kripto pasti sudah terbiasa.

Justru lonjakan kenaikan yang sampai mencapai lebih dari USD 50.000 per koin yang akhir-akhir ini terjadilah yang menjadi fenomena bersejarah di dunia kripto.

Dead Cat Bouce: Apa Maksudnya dan Apa Pula Penyebabnya?

Cara Menghindari Dead Cat Bounce

Jika dalam berinvestasi atau trading crypto kamu menemui pola ini, maka sebisa mungkin kamu harus menghindari untuk terjebak di dalamnya.

Untuk menghindarinya, coba terapkan fibonacci retracement yang dapat membantu kamu untuk mengukur tinggi lompatan harganya. Dengan demikian, kamu bisa mengenali, apakah pantulan yang terjadi itu berupa kucing mati, ataukah beneran pantulan alias rebound. Kamu bisa memasang fibonacci di high, sebelum terjadi pergerakan naik yang kamu curigai sebagai dead cat bounce.

Baca juga:  USDT: Sejarah, Risiko, Untung, Bagaimana Cara Membelinya

Selanjutnya, jika memang hal ini terjadi, yang pertama harus kamu lakukan adalah tidak panik. Jangan buru-buru memutuskan, apalagi jika kamu masih diliputi oleh emosi. Bersabar, dan amati apa yang terjadi, sebelum kamu order membeli aset yang kamu kira segera akan rebound.

Jangan asal ikut-ikutan trader ataupun influencer lain yang melakukan berbagai aksi, tanpa kamu melakukan analisismu sendiri.

Nah, demikian ulasan sekilas mengenai dead cat bounce, mulai dari pengertiannya, apa yang menyebabkannya, juga cara menghindarinya.

Have fun menyelami dunia kripto lebih dalam, kawan!