Ini Dia 10 Stablecoin List Teratas dan Paling Populer yang Beredar Saat Ini

Ini Dia 10 Stablecoin List Teratas dan Paling Populer yang Beredar Saat Ini

Pengenalan aset kripto seperti halnya bitcoin menghasilkan tingkat volatilitas harga yang tinggi. Pasalnya, mekanisme stabilitas harga yang ada dalam sistem mata uang fiat memang tidak dikenal dalam cryptocurrency. Untuk itu, stablecoin list ini ada.

Dalam berbagai kasus, total pasokan koin kripto sudah ditentukan sebelumnya atau bisa jadi sudah ditambang, sehingga hanya meninggalkan sedikit ruang saja untuk penyesuaian. Pasalnya, cryptocurrency memang tidak punya kebijakan moneter, karena memang sifatnya yang terdesentralisasi. Karena itu, orang lantas membutuhkan stablecoin list demi mengatasi kebutuhan akan stabilitas harga dalam nilai transfer di pasar kripto.

Pada dasarnya, stablecoin list memang terdiri atas berbagai mata uang kripto sebagai alternatif baru untuk mengurangi volatilitas harga di pasar. Nah, ternyata ada banyak yang masuk ke dalam stablecoin list ini loh. Dan, mungkin beberapa di antaranya belum pernah kamu dengar.

Namun, sebelum benar-benar menelusuri stablecoin list, ada baiknya kita lihat dulu seluk beluk stablecoin ini.

6 Stablecoin Gold yang Populer di Dunia

Pengertian Stablecoin

Adalah penting untuk memahami peran stablecoin di dunia kripto sebelum melangka lebih jauh. Seperti yang bisa kamu lihat, bahwa para investor kripto bisa saja kaya mendadak dalam semalam, dan kemudian kehilangan sejumlah besar keesokan harinya. Risiko kripto memang seekstrim itu. Kalau memang niatnya untuk trading atau investasi, ya okelah, kita bisa melakukan banyak cara untuk mengelola risikonya. Tapi, kalau untuk bertransaksi, volatilitas ini sesuatu banget.

So, alternatif kripto diperlukan. Pasalnya, volatilitas membuat kripto jadi tidak bisa diandalkan sebagai alat penukar barang dan jasa. Karena itu, stablecoin dikembangkan demi menjawab kebutuhan ini. Secara alamiah, stablecoin dapat membantu kestabilan nilai, dibandingkan mata uang kripto yang biasanya.

Lebih jauh, permintaan stablecoin meningkat seiring waktu, sampai-sampai ada yang menyebutnya sebagai fenomena ‘invasi stablecoin’. Saat ini, sudah ada kurang lebih 200 jenis memenuhi stablecoin list di seluruh dunia, baik yang sudah dirilis maupun yang masih dalam tahap pengembangan.

Amerika Serikat, melalui Department of Financial Services, telah menyetujui penggunaan dua kripto dalam stablecoin list yang didukung oleh dolar AS, yaitu Gemini Dollar (GUSD) dan Paxos Standard (PAX). Menurut beberapa sumber, nilai keseluruhan aset stablecoin telah mencapai lebih dari USD 20 miliar di akhir tahun 2020. Belum lagi beberapa penyedia layanan keuangan juga mengincar untuk masuk ke dunia kripto dan berharap untuk bisa menggunakan stablecoin untuk operasionalnya. Salah satunya adalah JP Morgan.

Kategori Stablecoin List

Stablecoin dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok berdasarkan aset yang mendukungnya.

1. Stablecoins Backed by Commodity (didukung oleh komoditas

Artinya stablecoin list ini memiliki dukungan aset keras untuk menjaga stabilitasnya, bisa berupa properti atau emas, dan bisa juga yang lainnya.

Baca juga:  4 Kategori dan Jenis Cryptocurrencies yang Perlu Kamu Tahu

2. Stablecoins Backed by Crypto Assets

Sementara stablecoin ada untuk menjaga volatilitas, tapi mengapa justru ada yang didukung oleh aset kripto yang notabene sangat volatil harganya? Faktanya, stablecoin list satu ini justru sering mampu mempertahankan posisinya loh.

3. Stablecoins Backed by Fiat Currencies

Stablecoin yang didukung oleh mata uang fiat ini adalah jenis yang paling banyak ditemukan dalam stablecoin list. Biasanya sangat populer dan banyak penggunanya. Mata uang fiat yang menjadi dasar pendukungnya biasanya adalah dolar AS, Euro, Yuan, juga ada rupiah Indonesia loh, yang disimpan sebagai jaminan.

4. Stablecoin Backed by Seigniorage

Seigniorage artinya dikelola di bawah tata kelola algoritme yang dibandingkan dengan mata uang atau aset tertentu. Dalam hal ini, smart contract pada platform terdesentralisasi dapat berfungsi sebagai pendukung independennya.

Ini Dia 10 Stablecoin List Teratas dan Paling Populer yang Beredar Saat Ini

Stablecoin List Teratas dan Paling Populer

1. Tether

Tether, atau USDT, tak diragukan lagi menjadi salah satu terpopuler dalam stablecoin list saat ini. Coingecko melaporkan, bahwa kapitalisasi pasar keseluruhan Tether mencapai lebih dari USD 32 miliar sekarang.

Tether saat ini menjadi yang terbaik dalam stablecoin list, karena memiliki 3 stablecoin sekaligus di pasar. Yang pertama adalah Ustater, yang dipatok terhadap dolar AS dengan rasio 1 : 1. Yang kedua adalah stablecoin yang dipatok terhadap euro. Dan yang ketiga adalah Yeether, yang dipatok terhadap Yen Jepang.

Meski demikian, Tether juga punya kelemahan. Salah satunya adalah soal transparani dan perbedaan cadangan yang dijaminkan.

2. Dai

Dai pada dasarnya adalah mata uang kripto dalam stablecoin list yang ditawarkann oleh Makerdao, sebuah organisasi independen. Dai diklaim menjadi stablecoin terdesentralisasi paling lengkap tanpa otoritas penerbit terpusat, yang memungkinkannya terlindung terhadap sensor. Dai memang tidak didukung oleh dolar AS maupun mata uang fiat mana pun.

Lalu dari mana pendukungnya? Ada, yaitu dari Makerdao. Pinjaman yang dijaminkan oleh Makerdao berfungsi layaknya fondasi untuk Dai. Pengguna dapat menyetor cryptocurrency pada Makerdao untuk meminjam dana. Selanjutnya, Dai memiliki keuntungan menjanjikan sebagai salah satu yang terbaik dalam stablecoin list ini, sebagai kripto multi-agunan.

Stabilitas harga Dai dikendalikan dengan penggunaan serangkaian smart contract, yang dikembangkan dengan token ERC-20 berbasis Ethereum. Ini jelas menyiratkan bahwa DAI dapat memfasilitasi tingkat interoperabilitas yang diinginkan dengan aplikasi desentralisasi.

3. USD Coin

USDC juga menjadi salah satu cryptocurrency yang cukup menonjol dalam stablecoin list, terutama karena USDC merupakan stablecoin resmi untuk Coinbase. USDC didukung oleh dolar AS, dan sudah diverifikasi oleh founding company-nya, Circle.

USD coin, secara keseluruhan, dibilang memiliki peraturan yang paling baik di antara yang ada dalam stablecoin list dunia. Selain itu, juga sudah memiliki lisensi yang sesuai untuk bisa digunakan di berbagai area yurisdiksi.

Sebagai informasi, USDC pada dasarnya adalah token ERC-20 berbasis Ethereum yang membuatnya cocok untuk aplikasi DeFi. Market capitalization USDC adalah sebesar USD 7.5 miliar, jauh berada di bawah Tether. Namun hal ini justru dapat memastikan jaminan tingkat transparansi yang baik terkait rincian cadangan kas yang dimilikinya.

Baca juga:  Ketahui IOTA Mulai dari Cara Kerja Hingga Keunggulannya

4. True USD

True USD juga merupakan salah satu mata uang kripto dalam stablecoin list yang patut diperhitungkan. Cryptocurrency satu ini memiliki potensi besar untuk bisa berfungsi sebagai alternatif yang efisien dan transparan untuk fiat currencies USD dalam domain cryptocurrency. Tim di belakang pengembangan True USD adalah termasuk orang-orang Google, UC Berkley, Palantir, dan Stanford.

TrueUSD telah berevolusi dengan mendapatkan inspirasi dari protokol Tether, yang diperbaiki secara protokolnya. Cryptocurrency ini memiliki saldo dolar dalam cadangan kasnya, yang memungkinkan TUSD dapat digunakan untuk bertransaksi. TUSD memang dipatok terhadap USD, dan dapat ditebus jika pengguna menjaga kepatuhan dengan hukum KYC wajib yang dimiliki oleh platform.

5. Digix Gold (DGX)

Ini dia salah satu contoh cryptocurrency dalam stablecoin list yang didukung oleh komoditas berupa emas. Pada dasarnya, cryptocurrency ini adalah token ERC-20 yang dipatok terhadap emas fisik. Organisasi otonom terdistribusi Digix menyimpan cadangan emas dan mematok setiap DGX terhadap satu ons emas.

Token yang terpisah memungkinkan token DGX mempertahankan identifikasi terhadap emas yang dipatok, melalui smart contract. Setiap pemegang DGX dapat menguangkan aset kripto mereka menjadi emas batangan sesuai dengan nilai yang ditentukan. Saat ini, ada hampir 200 juta token DGX yang tersedia. Rencananya, akan berekspansi di Singapura dalam waktu dekat.

Meski demikian, DGX tidak dapat diakses di beberapa pasar cryptocurrency terbesar, seperti Tiongkok, AS, dan Jepang karena masalah legalitas.

6. Nomin Havven

Nomin atau EUSD Havven juga merupakan token ERC-20 yang menjadi salah satu generasi baru dalam stablecoin list, yang dikembangkan tahun 2020.

Stablecoin ini bergantung pada teknologi Escrow Havven, dengan memanfaatkan Token Havven dan Mainnet Ethereum. Anggota Komunitas Haven memperoleh EUSD dengan menempatkan eter atau ETH dalam escrow. ETH yang dihasilkan dari biaya pada EUSD kemudian dikirimkan pada pengguna yang telah menempatkan ETH dalam escrow.

Tim yang ada di belakang EUSD merupakan barisan orang yang dikenal sebagai pemimpin berpengalaman dalam domain blockchain dan fintech. So, kredibilitasnya tak perlu diragukan lagi. Hal ini sangat penting dan berperan jika ingin menjadikan sebuah token sebagai stablecoin.

Selain stabilisasi mata uang lain, EUSD dapat berfungsi bermanfaat sebagai leverage di bursa terdesentralisasi. Di sisi lain, token ini juga dapat bekerja sebagai bentuk escrow yang sangat stabil untuk melayani komunitas kerja online.

Meskipun menghadirkan banyak keuntungan terkemuka, EUSD juga memiliki kelemahan, terutama soal desainnya yang rumit.

7. Paxos Standard

Paxos Standard juga patut diperhitungkan sebagai salah satu bagian dari stablecoin list dunia yang populer. Paxos memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $ 1 miliar. Nominal ini memang jauh di bawah Tether. Namun, dengan persetujuan dari New York State Department of Financial Services, PAXOS menjadi prospek yang dapat diandalkan, terutama soal rulesnya.

Pengakuan Paxos Standard sebagai stablecoin yang kredibel juga membuka jalan untuk kemitraannya dengan PayPal. Hal ini pastinya menjadi keuntungan kompetitif tersendiri PAXOS agar bisa mendominasi stablecoin list.

Baca juga:  Arti Fork dalam Blockchain: Pemula Harus Tahu!

8. Binance USD

Salah satu platform pertukaran crypto yang terbesar ini sudah pasti juga nggak mau ketinggalan untuk mengembangkan stablecoin miliknya sendiri untuk melawan pesaing utamanya, Coinbase.

Sampai sekarang, Binance USD dipatok pada nilai 1: 1 terhadap dolar AS. Yang paling penting dari semua, Binance USD memenuhi syarat untuk digunakan dalam hampir semua transaksi yang kompatibel dengan platform Ethereum ERC-20. Oleh karena itu, Binance USD pasti menawarkan sesuatu yang lebih dari konsistensi dalam harga stablecoin.

Desain binance USD dapat berfungsi untuk berbagai jenis perdagangan atau transaksi, selain juga memastikan kecepatan transaksi yang lebih baik. Persetujuan New York State of Financial Services untuk Binance USD juga merupakan faktor penting untuk memvalidasi kredibilitasnya.

Menariknya, Binance USD juga menawarkan beberapa keunggulan seperti halnya Paxos Standard. Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membuat atau menguangkan Binance USD. Yang paling penting dari semua, Binance USD adalah satu-satunya stablecoin yang harus digunakan oleh siapa pun yang hendak menggunakan Binance untuk transaksi aset kripto.

9. Palladium Coin

Salah satu yang paling menjanjikan dalam stablecoin list ini adalah Palladium Coin, yang juga didukung komoditas. Palladium Coin ditenagai oleh Ethereum, dan sesuai namanya, nilai Palladium Coin dikaitkan dengan nilai paladium, sebuah logam langka berwarna putih mengkilap mirip dengan perak.

Stablecoin ini memungkinkan investor untuk membeli aset secara lebih mudah dan anonim. Selain itu, juga memungkinkan ruang lingkup kepemilikan pecahan paladium yang lebih fleksibel.

Hal yang paling menarik dari Palladium Coin ini adalah otomatisasi komprehensif dalam seluruh sistem pembeliannya. Pengguna dapat meminta untuk mencairkan stablecoin menjadi logam paladium fisik.

10. Gemini Dollar

Atau yang juga dikenal sebagai GUSD, stablecoin ini merupakan salah satu dalam stablecoin list yang terbaik.

Gemini Dollar adalah salah satu stablecoin pertama yang dipatok terhadap dolar AS yang menerima pengakuan dari agen regulasi AS. Pada dasarnya, stablecoin ini adalah token ERC-20 yang dibangung dalam jaringan blockchain Ethereum dan telah dirancang untuk menawarkan peningkatan transparansi dan kepatuhan peraturan dalam sistem keuangan konvensional berdasarkan mata uang fiat. GUSD dirilis pada September 2018, dan pengguna dapat menyimpannya di dompet apa pun yang kompatibel dengan token ethereum. Operasi GUSD mengikuti undang-undang perbankan New York bersama otoritas peraturan New York State Department of Financial Services.

Selain itu, Gemini USD juga terus berupaya meningkatkan kepercayaan antara mekanisme keuangan tradisional dan ekosistem blockchain. Gemini mempekerjakan sistem terpusat demi mendapatkan perlindungan terhadap ancaman keamanan. Pada saat yang sama, audit bulanan reguler GUSD oleh firma akuntansi independen juga memberikan jaminan mengenai paritas antara jumlah GUSD yang beredar dan jumlah USD dalam cadangan.

Nah, bisa jadi hanya ada 10 cryptocurrency dalam stablecoin list di atas. Ini mungkin hanya sebagian kecil saja, karena kita tahu ada lebih dari 200 jenis stablecoin dalam ekosistemnya. Susah juga kalau mesti mengomplikasi stablecoin list yang lengkap.

Semoga yang dipaparkan dalam artikel ini dapat memberikan wawasan yang purna mengenai sifat-sifat umum stablecoin.  Semoga bermanfaat.