Memahami Apa Itu Smart Contract dan Apa Saja Keunggulannya?

Memahami Apa Itu Smart Contract dan Apa Saja Keunggulannya?

Apa itu smart contract? Barangkali kamu sudah familier, atau malah belum pernah mendengarnya?

Smart contract adalah istilah yang kerap ditemui ketika berbicara mengenai dunia decentralization finance, atau DeFi. Nah, smart contract ini bukan hanya sekadar kontrak digital semata, lho.

Smart contract adalah sebuah bahasa pemrograman antara kedua belah pihak yang melakukan kontrak secara otomatis pada sistem teknologi blockchain. Smart contract ini bersifat deterministic, transparan, otonom, terdistribusi, dan abasi. Konon, karena sifatnya inilah membuat smart contract ideal untuk dipakai sebagai nilai tukar pengganti kepercayaan kedua belah pihak yang terlibat dan tidak saling mengenal di dunia DeFi.

Lantas, selain pertanyaan apa itu smart contract, ada pula pertanyaan tentang bagaimana smart contract ini muncul. Bagaimana juga cara menggunakan smart contract? Sungguh bikin penasaran ya?

Yuk, simak ulasan mengenai apa itu smart contract, mulai sejarah hingga keunggulannya dalam artikel ini.

Smart Contract Adalah Solusi Sistem yang Aman? Ini Contoh Penggunaannya!

Apa Itu Smart Contract: Sejarah

Melansir dari beberapa sumber, untuk mengenal apa itu smart contract, kita harus mundur ke tahun 1994, ketika konsep kontrak pintar ini diperkenalkan oleh seorang computer scientist bernama Nick Szabo. Ia memperkenalkan smart contract ini dengan cara mengombinasikan protokol antarmuka para penggunanya.

Selain memperkenalkan konsep apa itu smart contract, Nick Szabo ini juga pernah mengenalkan bit gold pada tahun 1998, jauh sebelum adanya bitcoin, lho. Ia menginisiasi ide dibuatnya sebuah sistem pembayaran yang mengkombinasikan antara produk sekuritas dan pasar derivatif dalam format yang beragam. Keren bukan?

Baca juga:  Ini Dia Perusahaan atau Brand yang Sudah Menerima Alat Pembayaran dengan Bitcoin

Alumni Universitas Washington ini menyederhanakan definisi apa itu smart contract dengan menganalogikannya seperti vending machine. Untuk menggunakan mesin ini, pengguna hanya perlu memasukkan sejumlah uang, dan memilih minuman yang akan dibeli. Apabila uangnya sudah diterima, maka pengguna akan mendapatkan minuman yang dipilih dari mesin tersebut. Analogi yang menarik ya?

Bahkan tidak segan ia meramalkan bahwa di masa depan, smart contract ini akan menggantikan kontrak fisik yang dinilai boros terhadap sumber daya. Lantas, apa itu smart contract sebenarnya dalam blockchain?

Apa itu Smart Contract? Inilah Pengertian dan Contohnya!

Apa Itu Smart Contract dalam Blockchain

Smart contract merupakan program yang berjalan pada platform blockchain. Program ini bekerja dengan membuat protokol persetujuan digital yang ditentukan oleh kode komputer dan disepakati oleh node jaringan.

Kode dan data yang terdapat dalam smart contract ini dicatat untuk tujuan spesifik. Konon, siapa pun dapat membuat smart contract melalui akun Ether atau ETH, termasuk kamu. Dengan catatan, kamu dapat memahami apa itu smart contract dan bahasa pemrogramannya.

Sebagai pengguna, kamu hanya perlu menerjemahkan prasyarat yang hendak dieksekusi melalui kode, lho. Kemudian, smart contract bisa dengan mudah dilepas ke jaringan, sebagaimana kamu melakukan transaksi melalui akun ETH pada umumnya.

Saat ini, smart contract merupakan bagian dari transaction tools. Lebih dari itu, seluruh transaksi yang memenuhi kode tersebut akan tercatat. Tidak hanya tercatat, namun catatan transaksi tersebut tidak dapat dihapus. Akan tetapi catatan tersebut dapat diakses oleh publik, karena sifatnya yang transparan.

Bagaimana Cara Membuat Smart Contract?

Setelah mengetahui apa itu smart contract dan bagaimana cara kerja smart contract, apakah kamu tertarik untuk membuatnya? Jika iya, kamu perlu memperhatikan sejumlah langkah berikut.

Baca juga:  The Merge Ethereum 2.0: Akhir Riwayat Miner?

Untuk membuat smart contract, kamu perlu memiliki kode khusus yang relevan dengan token bitcoin yang kamu buat. Nah, kode ini perlu kamu masukkan ke jaringan Ethereum, ya.

Setelah kode tersebut siap, maka kamu perlu melakukan deploy contract melalui Ethereum Wallet. Dengan begitu, kamu akan memiliki token sendiri dan bisa mendistribusikannya di Ethereum Wallet.

Memahami Apa Itu Smart Contract dan Apa Saja Keunggulannya?

Keunggulan Smart Contract

Sebagaimana ulasan di atas, smart contract memiliki sifat transparan. So, hal ini yang membuat para penggunanya memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Bagaimana tidak? Smart contract ini mendorong para pengguna untuk bersepakat tanpa saling kenal. Asalkan seluruh kode dan data sudah terpenuhi, maka smart contract dapat dieksekusi.

Selain bersifat transparan, akurasi dari smart contract ini tidak bisa diragukan lagi, lho. Pasalnya proses otomatis yang bekerja pada smart contract membuatnya minim dari kesalahan.

Keamanan data pada smart contract pun terjamin. Hal ini dikarenakan adanya sistem desentralisasi yang diterapkan dalam kontrak pintar ini. Dokumen akan terjaga dengan kriptografi dan enkripsi sistem yang serba canggih. Keren bukan?

Soal kecepatan dan efisiensi pun tidak perlu kamu ragukan lagi, lho. Pasalnya dalam sistem smart contract ini tidak ada pencatatan yang dilakukan secara manual. Semua berbasis teknologi dan sistem otomatisasi.

Maka tidak heran, apabila smart contract saat ini telah menjadi salah satu tipe dari ETH. Dimana memungkinkan para pengguna kontrak pintar untuk membuat identitas yang anonym dan orang asing tetap bisa melakukan transaksi yang kredibel tanpa supervise otoritas maupun hukum.

Sifat otonom yang dimiliki oleh smart contract ini mampu membuatnya bekerja secara independen. Dengan kata lain, alih-alih dengan modal kepercayaan, sistem kontrak yang satu ini dibuat atas dasar terpenuhinya semua persyaratan yang telah terprogram.

Baca juga:  Ekosistem Content Berbasis Blockchain?

Tetap Berhati-hati dalam Smart Contract

Meskipun memiliki banyak kelebihan, kamu juga perlu berhati-hati dalam smart contract. Pasalnya kode smart contract ini masih dibuat oleh programmer, sehingga masih memungkinkan terjadinya human error.

Agar smart contract dapat bekerja tanpa kegagalan, maka diperlukan high maintenance. Artinya, dalam pembuatan kode  pada kontrak pintar atau smart contract, kamu memerlukan keahlian programmer yang berpengalaman.

Selain itu, belum adanya regulasi secara hukum yang jelas terkait smart contract juga tidak boleh kamu abaikan begitu saja, ya.

Demikianlah ulasan terkait apa itu smart contract, mulai dari sejarah, cara kerja, hingga keunggulan dan kekurangannya. So, apakah kamu tertarik untuk membuat smart contract?

Apablia iya, pastikan kamu melakukan riset dan menggali informasi sebanyak-banyaknya terkait apa itu smart contract, ya. Pasalnya, hanya dengan begitu kamu dapat meminimalkan kerugian saat beli bitcoin, investasi, maupun trading. Good luck!