4 Metaverse Kripto yang Paling Hype Saat Ini

4 Metaverse Kripto yang Paling Hype Saat Ini

Berbicara tentang dunia teknologi, saat ini ramai diperbincangkan terkait topik metaverse kripto. Asal usul topik ini bermula ketika Facebook resmi mengubah nama menjadi Meta, dan berniat serius mengembangkan teknologi metaverse.

Sebelumnya, tahukah kamu apa itu metaverse? Jadi, metaverse adalah inovasi teknologi yang berupa dunia digital atau virtual yang menggabungkan sejumlah elemen teknologi lain, misalnya virtual reality, augmented reality dan video, dan media sosial.

Keberadaan metaverse memungkinkan pengguna dapat melakukan kegiatan seperti di dunia nyata mulai dari bekerja, bermain, berkoneksi dengan orang lain, menciptakan karya seni, hingga mengikuti konser, tetapi semuanya dilakukan secara virtual.

Layaknya kehidupan nyata yang memiliki perputaran ekonomi, metaverse juga melibatkan ekonomi virtual yang tentunya membutuhkan berbagai aktivitas transaksi, cara pembayaran, dan sebagainya.

Ya, gimana? Kan aktivitasnya virtual semua. Pastinya alat tukar enggak bisa dong, pakai uang fiat. So, di sinilah metaverse kripto akan berperan.

Menilik Peran Penting Smart Contract dalam Blockchain 2.0

Daftar Isi

Cara Kerja Metaverse Kripto

Pengguna metaverse nantinya akan membutuhkan uang virtual untuk membeli berbagai hal, bahkan seperti “tanah” atau sebuah karya seni. Terus, bagaimana caranya? Di sinilah mata uang cryptocurrency berperan. Faktanya, sebagian metaverse saat ini juga sudah menggunakan crypto sebagai alat pembayaran.

Penggunaan cryptocurrency memang memungkinkan semua transaksi virtual dapat terjadi secara spontan, dan teknologi blockchain yang mendukungnya membuat transaksi menjadi sangat aman dan juga dapat dipercaya.

Aplikasi berbasis metaverse dan blockchain, seperti Decentraland, Axie Infinity, dan SecondLive bahkan memungkinkan pengguna untuk memiliki lahan virtual, bermain untuk bisa menghasilkan kekayaan, dan masih banyak hal lagi.

Aset digital dapat dimiliki melalui token non-fungible (NFT) yang tidak lain adalah token kriptografi, tempat semua detail kepemilikan aset virtual dikodekan. NFT bahkan bisa dalam bentuk seni digital, properti dalam game apa pun, dan lainnya.

Baca juga:  Dead Cat Bounce: Apa Maksudnya dan Apa Pula Penyebabnya?

Meskipun metaverse sendiri bukanlah hal baru, rebranding Facebook sebagai Meta telah menghidupkan kembali minat pada konsep tersebut. Kripto dalam hal ini menjalani peran yang cukup penting untuk monetisasi metaverse.

Metaverse diprediksi mampu berkembang pesat seperti saat kemunculan internet di berbagai perangkat elektronik. Maka tak heran banyak perusahaan besar mengincar keuntungan alias cuan lewat dunia virtual ini.

4 Metaverse Kripto yang Paling Hype Saat Ini

Daftar Metaverse Kripto Terpopuler

Menurut CoinMarketCap, saat ini ada sekitar 140 koin yang mengusung tema Metaverse kripto untuk diperdagangkan. Bahkan per 26 November 2021 kapitalisasinya mencapai USD 52,11 miliar.

Dengan konsepnya yang unik, beberapa metaverse kripto hadir dengan kapitalisasi tertinggi dan banyak diminati investor kripto. Berikut daftar metaverse yang paling populer.

1. Decentraland (MANA)

Decentraland adalah ruang realitas virtual yang memungkinkan orang untuk membeli, menjual, memelihara, dan mengelola properti virtual yang disebut LAND.

Di Metaverse ini, orang dapat mengembangkan lahan dengan cara apa pun yang mereka inginkan, yang dapat dikelola melalui smartphone, laptop, atau desktop.

MANA adalah kripto asli dari gim, yang harus dimiliki dan ditransaksikan untuk membayar barang dan jasa yang mereka pilih untuk dimanfaatkan dalam gim yang sama.

MANA didasarkan pada blockchain Ethereum dan telah diterima dengan banyak orang dari pemula sampai profesional. Metaverse kripto ini terus meningkat nilainya hingga 400 persen segera setelah Facebook mengubah namanya menjadi Meta. Hal ini juga memicu tingkat minat yang sama sekali baru dalam cryptocurrency.

2. The Sandbox (SAND)

Sandbox adalah dunia virtual lain yang memungkinkan orang untuk mengelola lahan virtual serta aset digital lainnya melalui cryptocurrency metaverse alternatif yang disebut SAND.

Pengalaman digital dapat dengan mudah dimonetisasi secara online melalui cryptocurrency ini. Sandbox ini unik karena memungkinkan orang bebas untuk menggunakan koin SAND untuk membuat konsep game mereka sendiri, menggunakannya di game lain, atau mengelola aset virtual lainnya.

Baca juga:  Analisis Teknikal Cryptocurrency: Apa yang Mesti Kamu Tahu?

SAND juga didukung oleh blockchain Ethereum yang membuatnya sangat aman dan terjamin. Selain itu, SAND didukung oleh SoftBank melalui Vision Fund-nya, salah satu nama investasi teknologi paling populer di bidang ini.

Rug Pull: Apa yang Mesti Diketahui?

3. Axie-Infinity (AXS)

Data dari Coingecko menyebutkan bahwa token AXS saat ini berada di peringkat ke-23 aset kripto terbesar. Kapitalisasi pasarnya mencapai USD 8,9 miliar dengan mematok harga USD 135 per token.

Axie Infinity menggunakan teknologi blockchain Ethereum. Konsep dari metaverse kripto ini merupakan sebuah permainan yang serupa dengan gim lawas, Pokemon, atau hewan  peliharaan digital yang ngehype di zamannya, Tamagotchi.

Di sini pengguna dapat merawat hewan yang disebut Axie dan juga bisa membuatnya bertarung dengan Axie milik pengguna lainnya. Axie merupakan NFT, sementara AXS adalah token yang digunakan dalam platform Axie Infinity.

4. Star Atlas (ATLAS)

Star Atlas adalah gim virtual tempat pemain membuat avatar, bermain, dan mendapatkan insentif di ruang virtual 3D. Platform ini adalah game online berbasis Solana yang membuatnya jauh lebih murah, lebih cepat, lebih aman, dan bahkan lebih terukur jika dibandingkan dengan blockchain Ethereum.

Dengan memainkan game Star Atlas, kamu dapat menikmati berbagai fitur game yang dibangun di atas platform tersebut. Ini terutama dibangun di Unreal Engine 5 secara real-time.

Ada banyak kripto lain yang terkait dengan beberapa platform virtual atau metaverse. Metaverse kripto berperan untuk membuka kemungkinan besar pengalaman yang hanya dapat dijalankan secara virtual.

Platform blockchain tidak hanya menambahkan keamanan dan keselamatan untuk transaksi digital tetapi juga membuka konsep kepemilikan virtual aset, yang sebelumnya merupakan arena yang kurang dieksplorasi.

Namun, mengingat platform metaverse kripto ini masih dalam masa pertumbuhan, pengguna harus berhati-hati karena kebanyakan dari mereka belum stabil.

Baca juga:  Perusahaan Aset Digital yang Sudah Berizin Resmi di Indonesia, Cek Daftarnya!