Mengenal Sam Bankman-Fried

Mengenal Sam Bankman Fried: Pendiri FTX Jadi Miliarder Sebelum Usia 30 Tahun

Jika kamu mengikuti perkembangan dalam dunia cryptocurrency, kamu mungkin pernah mendengar sosok inspiratif satu ini, Sam Bankman Fried.

Belum lagi menginjak usianya yang ke-30 tahun, Sam telah berhasil mengumpulkan kekayaan sebesar USD 22,5 miliar, atau setara dengan Rp320 triliun. Bagaimana cara pemuda ini meraih kesuksesan besar tersebut?

Mengenal Sam Bankman-Fried

Siapakah Sam Bankman Fried?

Pemuda ini merupakan putra dari dua profesor hukum Universitas Stanford. Sam lulus dari sekolah menengah swasta di California Bay Area, dan pada tahun 2014 ia menyelesaikan gelar Sarjana Fisika di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Selama kuliah, Sam Bankman Fried menghabiskan lebih banyak waktu bermain video game daripada belajar. Saat ini, di usianya yang masih 29 tahun Sam merupakan pendiri sekaligus CEO dari FTX, sebuah platform untuk menukar dan memperdagangkan mata uang kripto.

Kekayaannya yang sudah mencapai triliunan ini diperoleh dari perusahaan yang ia bangun sendiri. Dengan kekayaannya tersebut, Sam kini berada di urutan ke-32 dalam daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Selain masuk dalam daftar tersebut, keberhasilannya di usia muda membuat Sam dijuluki sebagai The Next Mark Zuckerberg. Hal ini karena sebelumnya hanya pendiri Facebook itu yang menjadi miliarder sebelum berusia 30 tahun.

Bahkan Sam juga bangga menjadi orang terkaya di dunia mata uang crypto, yang sukses melampaui Brian Armstrong dari Coinbase (USD 10,2 miliar), Si Kembar Winklevoss yang terkenal (USD 4,3 miliar masing-masing), dan co-creator Ethereum, Vitalik Buterin, yang bahkan tidak lagi muncul di daftar yang sama.

Dead Cat Bouce: Apa Maksudnya dan Apa Pula Penyebabnya?

Awal Karier Sam Bankman Fried

Sam Bankman Fried membangun kekayaannya dengan serangkaian investasi strategis lewat cryptocurrency. Namun, awalnya Sam Bankman Fried bahkan tidak mendukung konsep desentralisasi, bahkan ia tak tertarik dengan dunia kripto.

Baca juga:  Crypto Mining: Pengertian, Prinsip Kerja, Alat, dan Biaya yang Dibutuhkan

Karier Sam pertama kali dimulai dengan memasuki sektor keuangan tradisional. Kemudian ia bergabung dengan perusahaan perdagangan sekuritas yang memperdagangkan ETF Internasional, Jane Street Capital.

Di perusahaan itu. Sam banyak belajar dan mendalami seluk beluk cryptocurrency. Ia bertahan bekerja di sana selama tiga tahun, sebelum akhirnya mendirikan Alameda Research di tahun 2017 yang merupakan perusahaan perdagangan penyedia likuiditas.

Perkembangan Alameda Research begitu pesat dan menjadi perusahaan mata uang kripto terbesar dengan aset senilai USD 2,5 miliar, atau sekitar Rp36 triliun.

Tak lama kemudian, ia akhirnya menyadari potensi kripto yang dapat memengaruhi pergerakan harga dan mengubah infrastruktur pasar. Melihat kondisi kripto yang kian berkembang, Sam memutuskan untuk terjun ke bisnis crypto.

Setahun setelah membangun FTX, perusahaan tersebut berhasil menjadi tempat pertukaran aset digital terbesar dengan perkembangan tercepat di dunia.

Meski begitu, FTX pernah ada di situasi berantakan di tahun 2018 akhir hingga kehilangan USD 1 juta per harinya. Namun, Sam belajar banyak dari kondisi tersebut dan optimis untuk memperbaiki kesalahan yang ada.

Long story short, setelah melakukan evaluasi, kesalahan dan kekurangan yang pernah terjadi pun berhasil ia perbaiki dan dibuktikan dengan kekayaannya yang meningkat dari FTX. Perusahaan tersebut mengumumkan putaran ekuitas swasta yang mencapai USD 900 juta, atau Rp12,8 triliun.

Mengenal Sam Bankman-Fried

Penerapan Konsep Altruisme di FTX

Sam Bankman Fried tak hanya menjadikan FTX sebagai sarana pertukaran saja. Ia ingin FTX dapat memberikan dampak positif dan kontribusi bagi dunia kripto. Hal ini karena Sam merupakan sosok yang menganut konsep altruisme.

Altruisme adalah konsep yang ia terapkan di perusahaannya dengan fokus pada kesejahteraan orang lain daripada diri sendiri.

Baca juga:  Sejarah Ripple, Keunggulan dan Cara Kerjanya yang Perlu Diketahui

Selain itu, Sam juga meyakini konsep utilitarianisme. Bahkan Sam sering menjadikan konsep tersebut sebagai landasannya dalam berpikir. Apa itu utilitarianisme? Singkatnya, utilitarianisme adalah sebuah pemikiran untuk memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan.

Dari konsep tersebut, Sam terkenal dengan aksi filantropis yang ia gaungkan. Yes, selain dikenal karena kecerdasannya dalam berbisnis, di luar itu Sam merupakan sosok dermawan yang tak ragu memberikan setengah hartanya untuk donasi.

“Pada akhirnya, tujuan saya adalah memberikan dampak, menghasilkan pendapatan sebanyak-banyaknya, dan mendonasikannya sebanyak yang saya bisa,” katanya, sebagaimana dilansir oleh Cointelegraph.

Bahkan, langkah Sam untuk donasi ini telah dilakukan ketika ia menjadi donatur dengan dana terbesar untuk kampanye Joe Biden. Sam juga berencana membagikan 50 persen dari kepemilikan kripto ketika sudah sukses dalam dunia investasi ini.

Selain itu, FTX juga memiliki yayasan tempat mereka menampung setidaknya 1 persen dari biaya trading. Beberapa waktu lalu, yayasan tersebut berhasil mendapatkan USD 2 juta, atau setara dengan Rp 29 miliar.

Dengan dana tersebut yang sebagian besar merupakan kontribusi pengguna platformnya, yayasan akan menyalurkan dana pada badan amal yang sudah ditentukan.

“Jadi saya pikir ada potensi besar dalam crypto untuk memberikan dampak positif bagi banyak orang,” pungkasnya.

Begitulah sosok di balik kesuksesan platform FTX, Sam Bankman Fried, yang menginspirasi banyak orang, khususnya pengguna kripto. Sam bahkan mendapat banyak pujian dari investor berkat kecerdasannya dan kegigihannya.

So, gimana nih? Jadi mengidolakannya juga kan setelah membaca kisahnya?