Mau Beli Shiba Inu? Simak Dulu Pro dan Kontranya!

Mau Beli Shiba Inu? Simak Dulu Pro dan Kontranya!

Salah satu mata uang kripto yang tengah ramai diperbincangkan saat ini yaitu koin shiba inu.

Apa sih itu? Salah satu cryptocurrencies ini dikembangkan oleh seorang anonim bernama Ryoshi pada Agustus 2020. Shiba Inu sering kali disebut token meme terdesentralisasi dengan ekosistem yang dinamis.

Proyeksi aset ini merupakan altcoin berbasis Ethereum yang menampilkan anjing pemburu asal Jepang bernama Shiba Inu sebagai maskotnya. Pertama kali dirilis, koin ini menjadi pesaing dari Dogecoin. Namun tidak seperti Dogecoin, Ryoshi, membuat beberapa keputusan desain yang membedakan token tersebut.

Keuntungan yang didapat dari Shiba Inu sangat berdampak pada investor yang terkena sindrom FOMO atau takut ketinggalan akan tren. Terlebih melihat dari perkembangan sejak kemunculannya yang terus melaju pesat.

Tapi sebelum membeli, ada baiknya kamu memahami dulu pro dan kontra dari Shiba Inu, sebagai bagian dari upaya DYOR. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Shiba Inu?

Maskot token ini cukup unik, yaitu anjing asal Jepang, yang serupa dengan Dogecoin. Shiba Inu memang menyebut dirinya sendiri merupakan versi dogecoin yang sudah ditingkatkan, sehingga kini koin ini sering disebut sebagai Dogecoin killer, alias si pembunuh Dogecoin.

FYI, Shiba adalah anjing terkecil dari jenis Spitz yang berasal dari Jepang. Faktanya, Shiba menjadi sangat langka selama Perang Dunia II bahkan bisa dibilang hampir punah.

Serangan bom dan distemper harus disalahkan atas penurunan populasi anjing ini. Namun, berkat pembiakan yang cermat, jenis anjing kecil yang tangguh ini bisa bertambah, dan sekarang menjadi bagian dari kelompok anjing terdaftar AKC di AS.

Baca juga:  9 Aturan Dasar Trading Crypto Bagi Pemula

Balik ke koin Shiba Inu, dilansir laman resminya, token ini merupakan mata uang kripto dasar yang memungkinkan investor menyimpan aset hingga triliunan. Sudah diakui secara internasional, maka dipastikan token ini akan terus dikembangkan.

Mata uang kripto ini semakin digandrungi ketika Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX mengunggah foto anjing Shiba lewat akun Twitternya. Tak ayal, SHIB pun langsung melonjak drastis, lebih dari 90% hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Lonjakan tersebut membuat koin ini menjadi kripto dengan kapitalisasi terbesar ke-20 di dunia.

Elon Musk memang merupakan salah satu pendukung Dogecoin yang paling terkenal. Bahkan ia mendapat julukan sebagai “Dogefather”. Berbagai cuitannya di Twitter sering mengakibatkan peningkatan volatilitas di ruang cryptocurrency, utamanya untuk Dogecoin, dan pastinya Shiba Inu.

shiba inu

Pro dan Kontra Koin Shiba Inu

Nah, kalau kamu memang tertarik untuk mengoleksi Shiba Inu juga, maka berikut beberapa pro dan kontra yang dapat memberimu tambahan wawasan.

Sejauh ini, berbagai perkiraan harga dari beberapa portal berita dan prediksi crypto menunjukkan arah yang potensial untuk SHIB. Hal ini membuat investasi di SHIB sudah menjadi pilihan yang menarik bagi trader dan investor pemula dan berpengalaman. Lalu, apa saja keuntungannya?

1. Harga Shiba Inu Lebih Murah

Harga aset perdagangan kripto sangat penting karena membantu kamu sebagai trader atau investor untuk dapat memprediksi keuntungan yang dapat dihasilkan dalam aset pada jumlah koin atau token yang dibeli.

Saat artikel ini ditulis, nilai tukar Shiba Inu mencapai 0.00005443 dollar AS dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 29,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 424,4 triliun).

Di harga tersebut, kamu dapat melihat keuntungan 100% jika SHIB mencapai $0,00011 di masa mendatang. Dapat dikatakan ini lebih baik daripada berinvestasi di Eter atau Bitcoin, yang kapitalisasinya sudah sangat jauh lebih besar.

Baca juga:  Ini Dia 10 Stablecoin List Teratas dan Paling Populer yang Beredar Saat Ini

Biaya yang rendah biasanya berpengaruh pada peningkatan aktivitas mata uang digital dalam jangka pendek dan panjang, sehingga nantinya harga akan besar berpeluang naik.

2. Proyek Baru Shibaswap

Pengembang Shiba Inu menciptakan proyek baru dalam ekosistem koin tersebut yang diberi nama Shibaswap. Proyek tersebut merupakan bursa decentralized exchange (DEX) yang digunakan untuk pemegang SHIB demi memperoleh keuntungan lain.

Pengguna Shibaswap juga dapat mempertaruhkan crypto mereka untuk menghasilkan hasil, mirip dengan bunga yang dibayarkan pada rekening tabungan. Bahkan mereka dapat melacak hasil mereka di “bone folio” dan memperdagangkan lebih dari 10.000 token unik bertema anjing yang tidak dapat dipertukarkan dan bersifat langka.

3. SHIB Memiliki Volume Perdagangan yang Mengesankan

Salah satu faktor yang menentukan apakah suatu aset akan menjadi investasi yang menguntungkan dan memiliki masa depan yang bagus adalah volume perdagangannya.

Sejak muncul di bursa cryptocurrency pada 1 Agustus 2020, SHIB telah mencatat volume yang relatif stabil. Pada harga hari pembukaannya, SHIB mencatat volume $1.604.789. Meski sempat anjlok menjadi $6.653 pada 31 Agustus 2020, tapi Shiba Inu di awal September mencatat volume hingga $16.378. Mari kita lihat ke depannya, apakah volumenya akan terus naik.

Mau Beli Shiba Inu? Simak Dulu Pro dan Kontranya!

Apa Risiko dalam Investasi di Shiba Inu?

Meski keuntungannya menggiurkan, tapi kamu tetap harus memeriksa apa risiko di baliknya. Tidak ada aset digital yang sempurna, meskipun analisis fundamental dan teknis mengarah optimis. Mari kita lihat risiko yang terkait dengan investasi di Shiba Inu.

1. Volatilitas ekstrem

Ketika ada investasi yang meroket sebanyak ini dalam waktu kurang dari setahun, investor mana pun pastinya sangat senang. Sayangnya, volatilitas juga berayun terus menerus, naik dan turun.

Baca juga:  Investasi Bitcoin Indonesia akan Terus Tumbuh: Ini yang Harus Kamu Siapkan!

Bagi investor yang ingin memperdagangkan Shiba Inu, potensi harga kripto jatuh keras bisa terjadi kapan pun. Jadi jika spekulan pasar dan trader yang memanfaatkan momentum sesaat mulai meninggalkan Shiba Inu sekaligus, maka hal ini bisa berpotensi menghancurkan investor jangka panjang.

2. Kurangnya utilitas dunia nyata

Tidak seperti Bitcoin dan Ethereum, Shiba Inu hampir tidak berguna bagi investor di luar pertukaran mata uang kripto. Shiba Inu diterima sebagai pembayaran oleh hanya sekitar 100 vendor global, menurut Cryptwork.

Tidak ada yang unik tentang biaya, kecepatan transaksi, atau struktur token ini untuk membuatnya lebih berguna atau praktis daripada ratusan atau ribuan koin dan token kripto lainnya.

Bahkan investor populer “The Big Short” Michael Burry baru-baru ini juga menyebut Shiba Inu “tidak berguna”. Burry mengambil contoh yang pernah terjadi soal pasokan 1 kuadriliun koin Shiba Inu, yang menunjukkan bahwa pasokan besar-besaran membatasi potensi apresiasi harga.

3. Elon Musk tidak memilikinya

Well yeah, ini memang bisa jadi “kerugian” tersendiri sih. Meski sudah jadi bapak pompom dan berhasil membuat Shiba Inu meroket tajam, Elon Musk ternyata tidak memiliki koin SHIB sepeser pun. Koin dinilai hanyalah salah satu dari lusinan cryptocurrency bertema anjing yang terinspirasi oleh meme dogecoin yang asli.

Nah, gimana nih, sampai di sini? Masih atau sudah yakin untuk mau membeli shiba inu juga? Ingat untuk selalu DYOR ya, do your own research! Perhatikan dengan saksama ya pro dan kontra di atas agar kamu dapat mempertimbangkan langkah yang tepat. Akan lebih baik lagi, jika kamu menambah informasi lagi di luar sana sebelum akhirnya benar-benar memutuskan.