Investasi Bitcoin Indonesia akan Terus Tumbuh: Ini yang Harus Kamu Siapkan!

Investasi Bitcoin Indonesia akan Terus Tumbuh: Ini yang Harus Kamu Siapkan!

Investasi bitcoin Indonesia diprediksi akan semakin bertumbuh. Hal ini seiring dengan perkembangan dan penyebaran mata uang kripto yang memang secara data lebih cepat terjadi di negara berkembang dibanding negara maju. Salah satunya, Indonesia.

Mau debat seperti apa pun, kita enggak bisa memungkiri data, bahwa jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 12,4 juta orang per Februari 2022. Jauh melampaui investor saham yang sebanyak 8,1 juta orang per Februari 2022.

Tak terhindarkan sih, karena kehadiran bitcoin sebagai mata uang digital dengan market cap terbesar tak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi ditambah para investor besar yang mulai melirik investasi cryptocurrency juga, dan menjadikannya sebagai reserve assets. Hingga rasanya tak muluk-muluk kalau kita mengharapkan kalau akhirnya investasi bitcoin Indonesia bisa semakin berkembang ke depannya.

Apalagi, jumlah bursa pedagang aset kripto juga semakin bertambah dari waktu ke waktu. Sekarang saja, sudah tercatat 13 pedagang kripto terdaftar di Bappebti. Adanya Peraturan Menteri Perdagangan no 99 tahun 2018 yang menyatakan bahwa aset kripto menjadi komoditi yang layak dijadikan sebagai subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka juga dinilai sebagai titik awal perhatian pemerintah yang baik untuk instrumen ini.

Karena itu, enggak salah juga kalau semakin banyak orang yang tertarik untuk melakukan investasi bitcoin Indonesia. Hanya saja, literasi masyarakat kita—harus diakui—belum terlalu baik. Untuk instrumen tradisional saja masih banyak yang belum paham betul, apalagi untuk bisa memahami konsep investasi kripto. Padahal risiko pada cryptocurrency relatif sangat tinggi. Tanpa pemahaman yang baik, rasanya bakalan sulit untuk bisa mendulang keuntungan dari instrumen ini.

Jadi, buat kamu yang memang merasa tertarik dan ingin mencoba investasi bitcoin Indonesia, ini dia 3 hal prinsip yang harus kamu siapkan dan pahami betul.

Perkembangan Investasi Bitcoin Indonesia yang Menarik untuk Diikuti

Prinsip Investasi Bitcoin Indonesia

1. Kenali kebutuhan investasimu

 Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Begitu pun investor; masing-masing punya kebutuhan, tujuan, mindset, dan gaya berinvestasi yang berbeda. Sementara, setiap instrumen juga memiliki karakteristiknya masing-masing, sehingga perlu juga punya pendekatan strategi yang berbeda.

Baca juga:  Satoshi Nakamoto Si Sosok Misterius Penemu Bitcoin, Siapa Dia?

Misalnya saja, deposito bakalan bikin orang-orang yang pengin imbal banyak jadi geregetan. Sementara, kripto bakalan bikin orang-orang yang maunya aman jadi jantungan. So, sebelum berinvestasi—dengan instrumen apa pun—pahamilah dari dua aspek ini; dari diri sendiri dan karakteristik si instrumen.

Kepiawaianmu menyesuaikan antara kebutuhan, tujuan, dan profil risiko dengan karakteristik instrumennya akan menentukan kesuksesanmu berinvestasi.

Khusus untuk investasi bitcoin Indonesia yang sekarang sedang bertumbuh, perhatikan aspek keamanan aset, jumlah pengguna (komunitas), legalitas, roadmap projects, dan berbagai hal lain yang bisa memengaruhi harga aset kripto tersebut.

2. Jeli melihat peluang

Pernah mendengar kata bijak, “Teliti sebelum membeli.” kan? Nah, hal yang sama juga berlaku saat kamu sudah memutuskan hendak membeli aset kripto sebagai instrumen investasi.

Misalnya, suatu ketika bitcoin mencapai harga terendah. Kamu harus dapat membaca kondisi dan peluang dengan jeli. Perlukah kamu beli di harga sekarang? Ternyata, besoknya, ada isu atau rumor dari influencer terkenal yang kemudian mengerek harga bitcoin. Nah, kamu bisa jual dengan harga tinggi.

Jadi, selalu ingat ya: beli di harga rendah, jual di harga tinggi. Jangan sampai terbalik. Karena itu, kepekaan melihat peluang menjadi koentji, dan hal ini hanya bisa dilatih dengan jam terbang yang semakin tinggi.

3. Konsisten

Ada satu strategi yang biasa digunakan oleh para investor, terutama yang bermodal kecil demi mengelola risiko. Namanya dollar cost averaging, atau DCA. Caranya, lakukan investasi bitcoin Indonesia dengan cara seperti menabung secara rutin setiap bulan. Nominal sedikit tak apa, karena toh, kamu selalu bisa membeli bitcoin dalam satuan kecil, bukan?

Yes, perlu kamu ketahui, bahwa kamu bisa membeli bitcoin dengan minimal 0,00000001 BTC. Murah banget kan?

Dengan cara ini, kamu akan bisa melakukan investasi bitcoin Indonesia dengan harga rata-rata yang tak terpengaruh volatilitasnya.

Nah, sudah paham ya sampai di sini? Lalu, bagaimana cara investasi bitcoin Indonesia yang legit? Yuk, beberapa langkah berikut ini.

Begini Cara Investasi Crypto untuk Pemula dari Nol

Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula

1. Pastikan mendaftar di exchange yang sudah resmi

Harus diingat ya, bahwa hal paling fundamental untuk investasi bitcoin Indonesia—agar kamu terhindar dari investasi bodong yang makin marak terjadi—adalah dengan memastikan bursa perdagangannya sudah terdaftar dan diawasi oleh Bappebti.

Baca juga:  Investasi Bitcoin, Ini 7 Cara Mengatasi FOMO Supaya Nggak Jantungan

Bursa perdagangan kripto adalah sebutan bagi perusahaan penyedia layanan penukaran atau jual beli aset kripto dengan mata uang fiat, mulai dari rupiah, dolar, euro, yen, dan sebagainya. Untuk dapat memberikan pelayanan dan perlindungan yang terbaik bagi investor, bursa mata uang kripto haruslah tunduk pada sejumlah regulasi dan peraturan pemerintah setempat. Kalau di Indonesia, regulator untuk aset kripto menjadi wewenang Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, atau Bappebti.

Membuka akun di bursa perdagangan bisa dilakukan secara online, baik melalui aplikasi smartphone maupun website. Bitcoin enggak punya perusahaan sendiri yang khusus untuk menjual aset kripto. Tidak seperti Binance, yang punya Binance Coin, dan sejenisnya. Bitcoin memang berbeda, lantaran menjadi pionir dari semua aset kripto yang ada, sehingga bisa dipertukarkan di banyak bursa.

Untuk mendapatkan akun ini, kamu akan diminta untuk mengisi data yang dibutuhkan, mulai dari nama, email, dan sebagainya. Pastikan semua terisi dan terekam dengan baik ya.

2. Tunggu verifikasi

Setelah membuka akun, untuk bertransaksi, kamu harus mendapatkan verifikasi dulu dari pihak bursa. Prosedur yang disebut dengan KYC, atau Know Your Customer, ini penting karena berfungsi memberikan perlindungan terhadap pengguna agar aman bertransaksi di bursa. Selain itu, juga sebagai prosedur anti money laundering yang memang menjadi kewajiban kita semua untuk menaatinya.

Biasanya terdiri atas permintaan persyaratan foto identitas diri, selfie dengan kartu identitas diri, dan sebagainya, sesuai kebijakan masing-masing bursa. Prosedur ini umumnya tidak memakan waktu panjang, paling lama 1 hari saja.

Setelah kamu mendapatkan verifikasi, kamu bisa mulai bertransaksi dan mulai investasi bitcoin Indonesia.

Investasi Bitcoin Indonesia akan Terus Tumbuh: Ini yang Harus Kamu Siapkan!

3. Setor deposit

Kalau kamu sudah terbiasa dengan investasi saham, pasti tak asing dengan prosedur cara investasi bitcoin Indonesia selanjutnya, yaitu setor deposit.

Bursa bisa saja menerapkan kebijakan minimum deposit yang berbeda, tetapi rata-rata Rp30.000 hingga Rp50.000. Deposit ini bisa kamu setorkan melalui transfer bank, e-wallet, kartu kredit, dan pelayanan pembayaran lain sesuai kebijakan yang berlaku. Deposit juga bisa dilakukan dengan koin kripto juga, kamu tinggal transfer saja dari exchange lain ke alamat wallet bursa yang diberikan. Cermati petunjuknya, dan ikuti saja ya. Jangan sampai ada langkah yang terlewat.

Baca juga:  Do's and Dont's Staking Crypto: Wajib Tahu!

4. Lakukan transaksi

Pastikan kamu sudah memilih pair yang ingin ditransaksikan. Misalnya bitcoin dengan rupiah, atau mungkin bitcoin dengan dolar. Cara kerjanya mirip dengan perdagangan forex, kamu harus memperhitungkan kurs atau mengonversinya sesuai harga pasaran.

Lakukan order, dengan cara memasukkan harga dan jumlah bitcoin yang ingin kamu beli. Selanjutnya, akan muncul nominal yang diperlukan sesuai dengan pairingnya. Pilih jenis order; taker atau maker. Taker memungkinkanmu untuk membeli bitcoin sesuai harga yang ada sekarang. Kalau di investasi saham, biasa disebut haka alias hajar kanan. Sedangkan kalau kamu memilih maker, maka order akan dilakukan jika harganya sudah match dengan yang diinginkan. Kalau di investasi atau trading saham biasa disebut hajar kiri.

5. Tarik bitcoin

Jika sudah tiba waktunya bagi kamu untuk menarik uangmu, kamu bisa melakukan withdraw dengan mengajukan penarikan pada aplikasi bursa yang kamu gunakan. Pastikan kamu sudah memasukkan rekening penerima dengan benar ya. Pencairan akan memakan waktu setidaknya 1 x 24 jam, karena mengikuti jam perbankan.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan transfer aset kripto dari bursa ke bursa lain, atau dari bursa ke wallet pribadi kamu. Ikuti saja petunjuknya, karena biasanya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dilakukan oleh pemula.

Perhatikan kebijakan masing-masing bursa ya, terutama terkait biaya penarikan, karena bisa jadi berbeda satu sama lain.

Nah, demikian prinsip investasi bitcoin Indonesia yang bisa kamu lakukan sebagai pemula, dan juga step by step melakukan investasinya. Gimana, sama saja kan dengan investasi saham dan yang lainnya?

Yang membedakan adalah tingkat risiko aset kripto yang memang sangat tinggi, sehingga pemahaman yang tepat akan sangat penting demi mengoptimalkan keuntungan dan menekan risiko yang bisa terjadi.