Kabar Baik: Fitur NFT Instagram Resmi Meluncur di Indonesia!

Kabar Baik: Fitur NFT Instagram Resmi Meluncur di Indonesia!

NFT Instagram resmi diluncurkan bulan Agustus 2022 ini setelah sebelumnya diujicobakan di Amerika Serikat sejak bulan Mei 2022. Tak kurang netizen atau Instagrammer dari 100 negara sekarang sudah menikmati fitur ini, mulai dari negara-negara di Afrika, Timur Tengah, Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Fitur NFT Instagram ini membuat pengguna untuk dimungkinkan berbagi NFT karya masing-masing dengan atribusi melalui tag, dan menghubungkannya dengan crypto wallet. NFT dapat dibagikan dalam Instagram Feed, Stories, hingga Messages. Tampilannya akan khas, sehingga orang yang scroll bisa langsung tahu bahwa yang dibagikan merupakan NFT.

Pasar NFT OpenSea: Sejarah, Perkembangan, dan Risiko yang Perlu Disadari

NFT: Media Baru Wadah Ekspresi Seniman di Dunia Digital

NFT, atau non fungible token, adalah aset digital yang tidak dapat digandakan, diubah, atau diganti, yang dapat diverifikasi keasliannya, menjadi satu-satunya, dan perdagangannya tercatat dalam blockchain.

NFT menjadi booming—terutama di Indonesia—ketika seorang warga negara Indonesia bernama Ghozali berhasil menjual NFT foto-foto selfienya melalui OpenSea, hingga mendapatkan keuntungan miliaran rupiah. Namun, NFT milik Ghozali bukanlah satu-satunya karya digital yang berharga mahal. Banyak karya lain yang tembus hingga jutaan dolar.

Penjualan NFT Melesat

Penjualan NFT di tahun 2021 menembus angka USD 17,6 miliar, atau setara dengan Rp251,6 triliun. Ini artinya nilainya melesat 21.000% dibandingkan 2020, yang senilai US$ 82 juta atau Rp 1,2 triliun.

Tahun 2022 ini, pada paruh pertama, menurut data DappRadar, penjualan NFT sudah mencapai USD 11,8 miliar. Artinya, ini sudah lebih dari setengah dari total penjualan NFT di 2021 lalu.

Baca juga:  Efek Sudoswap terhadap Likuiditas NFT: Akankah Mengubah Lanskap?

Makanya, enggak heran jika induk usaha Instagram, Meta, benar-benar ngebet untuk mengintegrasikan NFT ke aplikasi media sosial terpopuler sekarang ini tersebut.

Sebelum Meta, Twitter diketahui telah lebih dulu mengintegrasikan NFT ke dalam platformnya. Fitur ini hanya bisa diakses dari smartphone iOS, dan khusus bagi pengguna Twitter Blue, alias yang berbayar.

Situs Nonfungible.com mengungkapkan, bahwa tahun 2021 ini ada lebih dari 2.5 juta pemilik crypto wallet secara aktif memperdagangkan NFT. Jumlah ini melesat dari statistik tahun 2020 yang hanya 89 ribu saja. Sedangkan, jumlah pembeli NFT melonjak menjadi 2.3 juta orang, dari jumlah 75 ribu di tahun 2020.

Cointelegraph mencatat ada 3 jenis NFT paling profitable di tahun 2021, yaitu CryptoKitties, CryptoPunks, dan Bored Ape Yacht Club.

Kabar Baik: Fitur NFT Instagram Resmi Meluncur di Indonesia!

Pengembangan Fitur NFT Instagram

Untuk mengembangkan fitur NFT Instagram, Meta menjalin kerja sama dengan Coinbase dan Dapper untuk penyediaan crypto wallet penyimpan NFT.

Instagram sendiri masih merupakan platform media sosial dengan pengguna terbanyak, setelah WhatsApp, menurut data survei Hootsuite. TikTok saja masih belum bisa mengalahkan.

Dan, hingga bulan Januari 2022, Statista mengungkapkan jumlah pengguna aktif Instagram dari Indonesia berjumlah sekitar 99,1 juta orang.

So, masuk akal jika Meta memasukkan pasar Indonesia sebagai salah satu target audience bagi pengembangan fitur NFT Instagram, ya kan?

Cara Menggunakan Fitur NFT Instagram

Untuk menggunakan fitur NFT Instagram ini, kamu perlu memiliki crypto wallet lebih dulu. Kamu bisa memilih yang sudah dinyatakan kompatibel seperti MetaMask, Trust Wallet, Rainbow, Coinbase Wallet, sampai Dapper. Jika sudah memiliki akun crypto wallet, kamu bisa menghubungkannya dengan akun Instagram kamu.

NFT Instagram disupport oleh blockchain Ethereum, Polygon, dan Flow. Untuk posting dan sharing, kamu tidak akan dipungut biaya apa pun.

Baca juga:  Mau Punya Kucing NFT? Ini Dia Cara Bermain Cryptokitties!

Nantinya, NFT yang sudah kamu upload akan ada efek glowing-nya, sehingga pengguna ataupun follower kamu akan tahu bahwa image yang mereka lihat adalah NFT.

Pengembangan selanjutnya dari Meta untuk NFT Instagram adalah mengembangkan Augmented Reality (AR) NFT, yang nantinya bisa dipakai pada Instagram Stories oleh pengguna. Dengan demikian, ada kesempatan pula bagi kreator untuk menggunakan karya seni digitalnya sebagai stiker Augmented Reality di Instagram Stories.

Dengan roadmap pengembangan yang cukup komprehensif ini, Meta pun berharap bahwa visinya untuk menjadi metaverse bisa segera terealisasi, terutama dengan memperluas akses ke teknologi web3 dengan NFT. Dengan demikian, dukungan terhadap kreator digital yang ingin memonetisasi karya pun bisa terfasilitasi dengan baik, bahkan bisa menciptakan komunitas digital yang mumpuni sebagai pasar NFT dan aset digital lain yang nanti juga mungkin dikembangkan.

Kita tunggu saja kelanjutannya.