Ini Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula Paling Sederhana

Ini Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula Paling Sederhana

Buat kamu yang pengin berinvestasi secara digital, cara investasi bitcoin untuk pemula ini bisa kamu coba. Selain, tentunya, kamu bisa juga mencoba berinvestasi mata uang digital lainnya.

Yes, meski sedang dalam siklus menurun, investasi bitcoin tetap berprospek baik ke depannya, lantaran mau ke mana lagi sih kita, kalau enggak ke masa depan? Betul? Nyatanya siklus harga bitcoin yang anjlok telah sering terjadi juga sebelumnya.

Harga bitcoin Indonesia, mengikuti harga mata uang kripto dunia, berfluktuasi sesuai dengan permintaan pasar. Tahun 2013, misalnya, saat bitcoin belum seterkenal sekarang, harganya hanya sekitar USD 13 saja. Tetapi, di penghujung tahun yang sama, harga tersebut ternyata melonjak cukup tinggi, hingga mencapai USD 1100. Empat tahun kemudian, di tahun 2017, harga bitcoin meningkat 2000%, atau 20 kali lipat!

Ya, memang begitulah “natural”-nya si bitcoin. So, saat ini mungkin memang sedang berada di harga dasar. Kita tunggu saja rebound-nya. Sementara menunggu, kamu bisa baca-baca lagi berbagai tips dan cara investasi bitcoin untuk pemula yang bisa kamu temukan. Saat waktunya tiba, kamu pun sudah siap untuk meraup keuntungannya.

7 Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis yang Perlu Kamu Tahu

Apa Itu Investasi Bitcoin? Yuk, Kenalan!

Sebelum melangkah ke cara investasi bitcoin untuk pemula, kamu perlu tahu dulu pengertian dari investasi bitcoin.

Bitcoin adalah mata uang digital yang dikembangkan pertama kali oleh akun pseudonym dengan nickname Satoshi Sakamoto di tahun 2009. Fungsinya mirip dengan mata uang biasa—seperti rupiah, dolar, yen, yuan, dan sebagainya—tetapi hanya bisa digunakan di dunia virtual.

Pada awal perkembangannya, bitcoin diciptakan dengan janji biaya transaksi lebih rendah daripada sistem pembayaran online tradisional yang berlaku secara internasional. Di samping itu, ciri khas bitcoin yang lain adalah terdesentralisasi, yang artinya lepas dari otoritas mana pun, dan dikelola oleh penggunanya sendiri.

Baca juga:  Polkadot Adalah Awal Mula Era Blockchain Baru? Ini Faktanya!

Sebagai mata uang digital yang hanya dapat digunakan di dunia virtual, tidak ada bitcoin fisik seperti halnya rupiah atau dolar. Yang ada hanyalah saldo yang tercatat di ledger, atau buku besar, yang dapat diakses oleh publik secara transparan dan terenkripsi.

Meski sampai dengan hari ini masih belum banyak diterima sebagai alat pembayaran yang sah, faktanya, kelahiran bitcoin memicu ribuan aset kripto lainnya, yang kemudian disebut sebagai altcoin. Memang ada sih beberapa layanan penjualan produk dan jasa yang menerima pembayaran dengan bitcoin, tetapi belum banyak. Apalagi di saat-saat seperti sekarang saat dunia kripto sedang mengalami siklus bear market, banyak layanan menutup opsi pembayaran dengan kripto. Termasuk bitcoin.

Investasi Crypto Saat Bear Market: Apa yang Harus Dilakukan?

Potensi dan Keunikan Bitcoin

Bitcoin, sebagai mata uang kripto pertama yang dikembangkan di dunia digital, memiliki keunggulan khusus yang tak dimiliki oleh aset kripto lainnya. Bitcoin jugalah yang pertama kali mampu menciptakan komunitas taraf global, yang kemudian menciptakan industri baru dengan massa yang besar.

Mereka, para investor dan trader bitcoin, kemudian melakukan transaksi, berinvestasi, membuat, memperjualbelikan, dan menggunakan bitcoin untuk berbagai keperluan di metaverse. Kemunculan bitcoin menjadi dasar konsepsual teknologi masa depan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya, dan menginspirasi berbagai pengembangan.

Karena sebagai yang pertama, bitcoin tak terkalahkan di pasar; menjadi yang berkapitalisasi paling besar, menjadi yang paling dicari, dan menjadi yang paling berharga mahal.

Namun, selayaknya komoditas dan instrumen investasi, bitcoin juga memiliki siklus dalam perjalanannya. Begitu juga dengan ribuan mata uang kripto lainnya. Dan, karena masih dalam pengembangan, fluktuasi harga pun bisa sangat tajam dan sensitif. Hal ini adalah wajar di dunia teknologi.

Baca juga:  Apa Itu MetaMask? Simak di Sini Penjelasannya!

So, jika kamu pengin tahu cara investasi bitcoin untuk pemula yang menguntungkan, kamu harus punya modal kesabaran, kekuatan, dan kemampuan mengontrol emosi yang baik. Jika tidak, bisa jadi sebenarnya, kamu kurang cocok untuk menjadi investor bitcoin.

Ini Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula Paling Sederhana

Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula

Pada prinsipnya, cara investasi bitcoin untuk pemula adalah kamu harus mendapatkan bitcoin-nya dulu. Ada 3 cara basic yang bisa kamu lakukan:

  • Membeli bitcoin dengan mata uang fiat, seperti rupiah, dolar, yen, dan sebagainya.
  • Menjual barang atau jasa, dan menerima pembayaran dengan menggunakan bitcoin
  • Menambang bitcoin

Opsi dua dan tiga bisa dibilang adalah opsi bagi yang sudah advanced. Cara investasi bitcoin untuk pemula yang sederhana dan paling bisa dicoba terlebih dulu adalah opsi pertama: membeli bitcoin dengan mata uang fiat.

1. Daftar exchange

Cara investasi bitcoin untuk pemula yang paling sederhana adalah melalui platform exchange, atau platform pedagang aset kripto. Pastikan kamu hanya melakukan transaksi di platform yang sudah mendapat izin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, atau Bappebti.

Saat ini sudah ada 25 pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti, yaitu:

  1. PT Tumbuh Bersama Nano (Nanovest)
  2. PT Kagum Teknologi Indonesia
  3. PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto)
  4. PT Aset Digital Indonesia (Incrypto)
  5. PT Bumi Santosa Cemerlang
  6. PT Cipta Koin Digital (Koinku)
  7. PT Coinbit Digital Indonesia (Coinbit)
  8. PT Galad Koin Indonesia (Galad)
  9. PT Gudang Kripto Indonesia (Gudang Kripto)
  10. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax)
  11. PT Indonesia Digital Exchange (Digital Exchange)
  12. PT Kripto Maksima Koin (Kripto Maksima)
  13. PT Luno Indonesia Ltd (Luno)
  14. PT Mitra Kripto Sukses
  15. PT Pantheras Teknologi Internasional (Pantheras)
  16. PT Pedagang Aset Kripto
  17. PT Pintu Kemana Saja (Pintu)
  18. PT Plutonext Digital Aset
  19. PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Rekeningku)
  20. PT Tiga Inti Utama (Triv)
  21. PT Triniti Investama Berkat (Bitocto)
  22. PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit)
  23. PT Utama Aset Digital Indonesia (Bittime)
  24. PT Ventura Koin Nusantara (Vonix)
  25. PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex)
Baca juga:  Bagaimana Strategi Investasi Bitcoin yang Terbaik Agar Cuan Bisa Digenggam?

Silakan daftar di salah satunya, dan ikuti syarat-syarat yang diminta. Biasanya mereka akan meminta kamu untuk mengisi formulir pembukaan akun, dan melampirkan identitas diri. Selanjutnya, kamu mungkin juga akan diminta untuk melakukan selfie.

2. Membeli bitcoin

Setelah akunmu diverifikasi dan aktif, kamu bisa mulai membeli bitcoin. Cara investasi bitcoin untuk pemula ini hanya perlu kamu untuk memilih mata uang bitcoin di bursanya, masukkan nominal yang ingin dibeli dengan harga yang sedang berlaku saat itu.

Setelah membelinya, kamu bisa menyimpan bitcoin yang sudah kamu beli di crypto wallet. Prinsip cara investasi bitcoin untuk pemula yang harus selalu kamu ingat adalah membeli bitcoin di harga yang rendah, dan jual di harga yang tinggi. Jangan kebalik ya.

So, mumpung lagi murah sekarang, kamu bisa mulai melakukan investasinya.

3. Menjual bitcoin

Saat harganya sudah tinggi, dan kamu sudah mendapatkan keuntungan, kamu bisa mulai menjualnya.

Kamu bisa menjual bitcoin di pedagang aset kripto, tempat kamu sebelumnya membeli bitcoin. Kalau bitcoin kamu sudah dibeli orang, maka kamu bisa menarik dana dengan melakukan withdrawal, dan ditransfer ke rekening pribadimu. Karena proses withdrawal ini melibatkan institusi perbankan, maka prosesnya akan sedikit memakan waktu sesuai prosedur bank masing-masing.

Nah, itu dia cara investasi bitcoin untuk pemula yang paling sederhana.

So, siap untuk memulai investasi bitcoin sekarang, mumpung pasar sedang slowing down? Semoga sukses ya!